Breaking News

Hari Pahlawan Nasional, PMII Ciputat Gelar Aksi 300-an Massa

Hari Pahlawan Nasional, PMII Ciputat Gelar Aksi 300-an Massa.

Penghargaan terhadap jasa-jasa para pahlawan di Republik Indonesia kian redup. Meski setiap tahunnya, pada 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan, namun nilai dan jasa-jasa para pahlawan kian tak berwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Oleh karena itu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) Ciputat sebagai organisasi kemahasiswaan yang berdomisili di Tangerang Selatan mewajibkan mengelar Aksi Damai 10 November dengan tema “PMII Bergerak Mengenang Pahlawan”.

 

Dengan mengerahkan sebanyak 300 massa aksi dari anggota/kader PMII Ciputat dan seluruh civitas Akademika UIN Jakarta-UMJ- Unpam, aksi Hari Pahlawan ini tumpah ruah.

 

Ketua PMII Cabang Ciputat Abdurrahman Wahid menyampaikan, meskipun tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan,  dan pahlawan telah di definiskan dalam banyak pengertian namun nilai-nilainya kini redup.

 

“Namun kita bersepakat bahwa pahlawan adalah mereka yang telah mengorbankan segalanya yang mereka miliki entah itu pikiran, nyawa, darah bahkan air mata demi tercapainya Indonesia yang merdeka terlepas dari segala belenggu penjajahan. Pahlawan merupakan sebuah bukti bahwa bangsa ini pernah menolak menyerah dan terus berjuang tanpa kalah melawan imperealisme yang datang dengan berbagai macam kedok<” tutur Abdurrahman Wahid, Jumat (10/11/2017).

 

Oleh karena itu, lanjut dia, Hari pahlawan menjadi refleksi tahunan seluruh rakyat Indonesia untuk mengenang jasa-jasa mereka yang tidak bisa diukur dengan angka bahkan penghargaan apapun.

 

“Begitu pun PMII Ciputat yang tak pernah absen dalam memperingati perayaan hari pahlawan. Pahlawan adalah mereka yang terus bergerak demi terciptanya Indonesia merdeka, Hari pahlawan adalah refleksi tahunan bagi kaum muda untuk lebih mampu meresapi jasa, perjuangan, dan definisi apa itu merdeka,” ujarnya.

 

Kegiatan diisi oleh long march ke setiap fakultas sambil berorasi, membaca puisi, serta aksi teatrikal mengenang perjuangan. Pembagian bunga dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan ditutup dengan membacakan doa untuk para pahlawan bangsa.

 

Sementara itu, Ketua DPP-PM PMII Ciputat Rahmadi Suqron Zazillah menyampaikan, Hari Pahlawan bukan cuma sebuah seremoni perayaan, namun juga sebagai perenungan  atas jasa semua pahlawan yang seolah dilupa.

 

“Termasuk jasa para petani, buruh, nelayan, pedagang kaki lima, satpam, guru dan lain-lain adalah pahlawan nyata kita hari ini yang harus turut kita beri apresiasi atas semua jasa-jasa mereka. Mereka mereka yang rela kehilangan kenyamanannya demi memberikan kenyamanan pada orang lain layak disematkan gelar pahlawan. Karena tanpa mereka tak akan pernah ada harmonisasi kerja dalam wilayah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

 

Menurut dia, PMII Ciputat mengusung tema “Bergerak Mengenang Pahlawan”  dengan maksud untuk menyerukan bahwa mereka yang masih bergerak demi kebaikan Indonesia adalah Pahlawan Bangsa. Pahlawan tidak bisa didefiniskan sempit dan terjebak dalam pengertian tunggal.

 

“Semua yang masih bergerak adalah pahlawan, jika belum mampu menjadi pahlawan untuk orang banyak minimal jadilah pahlawan untuk dirimu sendiri dengan menyebar cinta dan melawan kebencian,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*