Breaking News

Hari Ketiga Gelar Aksi Buruh di Jakarta, Jokowi Lebih Peduli Pengusaha, Buruh Disingkirkan

Hari Ketiga Gelar Aksi Buruh di Jakarta, Jokowi Lebih Peduli Pengusaha, Buruh Disingkirkan.

Presiden Jokowi dianggap hanya peduli dengan pengusaha yang membawa uang ke Indonesia, dan lalu menyengsarakan rakyatnya sendiri.

 

Orang-orang dari negeri jauh dengan menjura dan tunduk penuh takzim dilayani Jokowi sedangkan rakyatnya sendiri datang dengan bersusah payah ke Jakarta dan hendak menyampaikan persoalan perburuhan yang membelit mereka, tidak digubris oleh mantan Walikota Solo itu.

 

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC SBSI), April Waruwu mengatakan, Presiden Jokowi sesungguhnya memiliki perilaku dan watak yang tak peduli pada buruh. Meski dengan bersusah hati ratusan buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan yang melakukan aksi Long March dari Medan, Sumatera Utara hingga ke Jakarta tidak dipedulikan oleh pemerintah.

 

Ratusan buruh PT Pelindo I Medan tersebut pun mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak memperdulikan kedatangan mereka ke Jakarta.

 

“Kedatangan tamu negara dari Arab Saudi menjadi alasan dari pihak kepolisian untuk melarang untuk melakukan aksi hari ini. Alasan mereka karena ada tamu negara jadi tidak  bisa melakukan aksi hari ini, sedangkan kami rakyat sendiri jauh-jauh dari Medan dan melangkahkan kaki hendak bertemu Pak Presiden Jokowi, sudah tiga hari ini di Jakarta, tidak digubris. Pemerintahan apa ini?,” kata April di tempat peristirahatan para buruh di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Rabu (01/03/2017).

 

Alasan yang digunakan oleh kepolisian yang melarang mereka melakukan aksi, lanjut dia, adalah alasan yang kurang tepat. Kedatangan buruh Jakarta adalah juga untuk menagih janji Nawacita yang dijanjikan oleh Jokowi pada saat kampanye pada pemilihan Presiden RI 2014 lalu.

 

“Kedatangan kami ke Jakarta hanya untuk menagih janji Bapak Joko Widodo. Bukan menolak kedatangan Raja Arab Saudi. Jadi alasan itu tidak tepat,” tutur Arpil.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*