Breaking News

Hari Kelima di Jakarta, Lanjut Aksi Menginap di Depan Istana Negara, Buruh PT Pelindo I Terserang Penyakit

Hari Kelima di Jakarta, Lanjut Aksi Menginap di Depan Istana Negara, Buruh PT Pelindo I Terserang Penyakit.

Ratusan buruh PT Pelindo I Medan masih melanjutkan aksinya di depan Istana Negara. Di hari kelima di Jakarta, para buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu hendak menemui Presiden Joko Widodo mengadukan nasib mereka.

 

Meski diterpa hujan deras, pada Kamis malam (02/03/2017), para buruh itu tetap bertahan dan menginap di bawah tenda milik Kepolisian yang berada di depan Istana Negara.

 

Koordinator Lapangan Aksi, Arsula Gultom mengatakan, mereka bertahan di depan Istana Negara karena sampai saat ini pemerintah tidak perduli dengan apa yang mereka alami.

 

“Kami bertahan di sini karena pemerintah tidak memperhatikan kami dan membiarkan kami seperti ini,” kata Arsula di depan Istana, Kamis (02/03/2017) malam.

 

Aksi jalan kaki atau long march yang dilakukan sejak Jumat 20 Januari 2017 dari Kota Medan hingga tiba di Jakarta, telah ditempuh selama 40 hari dan melewati jarak hingga 2000 kilometer. Aksi ini baru pertama kali memecahkan rekor sebagai aksi buruh yang berjalan kaki terpanjang dalam sejarah perburuhan di Indonesia, hingga kini.

 

Selain mengadukan nasib mereka, lanjut Arsula Gultom, buruh PT Pelindo I Medan itu juga hendak menagih janji Nawacitanya Jokowi kepada buruh ndi Pilpres 2014 lalu.

 

Tanpa malu-malu, Arsula mengatakan, saat ini buruh itu sedang membutuhkan bantuan sembako agar mereka bisa bertahan di ibukota Jakarta.

 

“Kami tidak akan pulang sebelum permintaan kami dikabulkan. Selama aksi, kami makan tidak teratur karena makanan kami tidak cukup. Tidurpun tidak teratur karena tempat tidak ada,” kata Arsula.

 

Dia menjelaskan, dari ratusan buruh itu, ada empat orang yang sedang mengalami sakit. Keempat orang itu adalah Arsula sendiri, sedang mengalami gangguan di bagian pendengaran, berdengung. Kemudian, buruh bernama Sutrisno mengalami luka bakar karena tersiram air panas ketika peserta aksi rehat dan makan. Ketiga, buruh bernama Fiki mengalami luka dalam perjalanan dan kini tangan kirinya bernanah bisulan, yang keempat buruh bernama Yonci mengeluhkan sakit bagian ulu hati dan infeksi saluran pencernaan.

 

Sekjen DPP SBSI Andi Naja FP Paraga menyampaikan, dalam pertemuan DPP SBSI dengan Menaker, Kamis (02/03/2017).

 

“Pihak Kemenaker mengirimkan tim medis ke kantor DPP SBSI untuk melakukan pemeriksaan kesehatan para buruh. Dan juga kemenaker memberikan bantuan logistik berupa bahan makanan bagi para buruh yang masih aksi,” tutur Andi.

 

Selama menggelar aksi, lanjut dia, pihak aparat kepolisian pun kooperatif dan banyak membantu para buruh. “Kami berterimakasih banyak karena dijaga dan dibantu oleh Kepolisian,” pungkasnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*