Breaking News

Hari Keempatbelas Tuntut Keadilan, Disambut Lurah, Camat, Polisi dan Pengurus SBSI, Aksi Long March Buruh Medan Telah Masuk Jambi

Hari Keempatbelas Tuntut Keadilan, Disambut Lurah, Camat, Polisi dan Pengurus SBSI, Aksi Long March Buruh Medan Telah Masuk Jambi.

Hari keempatbelas aksi jalan kaki long march yang digelar ratusan anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang merupakan buruh PT Pelindo I Medan menuju Jakarta telah memasuki Provinsi Jambi.

Tanggal 02 Februari 2017, setelah rehat, para peserta aksi memulai kembali aksinya dari Kota Ukui menuju Jambi. Kecamatan Ukui yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau itu menjadi perlintasan terakhir peserta aksi menuju Jambi.

Di Kota Ukui, para buruh peserta long march disambut oleh Camat dan pegawai Kantor Camat. Koordinator Aksi April Warurwu menyampaikan, mereka sempat rehat di kantor camat Ukui dan diterima dengan baik oleh Camat dan jajarannya di daerah ini.

“Kami diterima camat Ukui dan para stafnya di Kantor Kecamatan. Nah, dari Ukui kami melanjutkan aksi menuju Jakarta. Setelah Ukui, kami memasuki Jambi,” ujar April, Kamis (2/2/2017).

Sepanjang perjalanan dari Medan, Sumatera Utara, para peserta aksi memang banyak mendapat sambutan dan dukungan dari masyarakat setempat dan sepanjang perlintasan.

Dijelaskan April Waruru yang juga Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Medan itu, pada Rabu (01/02/2017), para peserta aksi long march diterima dan dijamu oleh rekan-rekan sesama buruh di Dewan Pengurus Cabang Federasi Konstruksi, Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FPPK-SBSI) Pangkalan Kerinci.

“Di Pangkalan Kerinci, kami diterima oleh Ketua DPC FPPK SBSI Pangkalan Kerinci Bapak Kasim Simorangkir serta teman-teman pengurus SBSI lainnya yang dihadiri oleh perwakilan Kepolisian Polsek Pangkalan Kerinci dan Lurah Pangkalan Kerinci, terimakasih banyak atas bantuannya dan dukungan dari teman-teman SBSI Pangkalan Kerinci,” ujarnya.

Dari Pangkalan Kerinci, dijelaskan April, Ketua Dewan Pengurus Cabang Federasi Konstruksi, Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FPPK-SBSI) Pangkalan Kerinci Kasim Simorangkir dan jajarannya juga yang melepas para peserta aksi long march ke Jakarta.

Selain Dewan Pengurus Cabang Federasi Konstruksi, Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FPPK-SBSI) Pangkalan Kerinci, para peserta aksi juga disambut oleh Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) Pangkalan Kerinci Ibu Siboro.

“Ketua DPC SBSI Pangkalan Kerinci Ibu Siboro menyambut kami. DPC SBSI Pangkalan Kerinci datang bersama teman-teman pengurus SBSI lainnya dan juga membawa Pengurus Komisairat-Pengurus Komisariat SBSI di Pangkalan Kerinci,” ujar April.

Selain berkesempatan menginap, para peserta long march juga mendapat bantuan logistik dari Ketua DPC FPPK Pangkalan Kerinci Bapak Kasim Simorangkir dan dari Ketua DPC SBSI Panglalan Kerinci Ibu Siboro.

“Ketua DPC FPPK Pangkalan Kerinci Bapak Kasim Simorangkir memberi bantuan logistik buat kami yang long march dan Ketua DPC SBSI Pangkalan Kerinci Ibu Siboro memberikan bantuan dana serta memberikan bendera SBSI sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk kegiatan aksi long march,” tutur April Waruru.

Bergerak dari Pangkalan Kerinci, para peserta aksi dihantarkan oleh Lurah Pangkalan Kerinci yang didampingi Ketua DPC FPPK SBSI Pangkalan Kerinci Kasim simorangkir dan Ketua DPC SBSI Pangkalan Kerinci Ibu Siboro.

“Sekarang kami sudah memasuki wilayah Jambi,” ujar April.

Aksi yang dimulai sejak Jumat 20 Januari 2017 itu akan ke Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo dan jajaran pemerintah pusat, menuntut hak-hak mereka dipenuhi, menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing.

Koordinator SBSI Wilayah Sumatera Utara Nicholas Sutrisman menyampaikan, tututan mereka adalah menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing, menuntut dipenuhinya hak-hak buruh, meminta agar pemerintah pusat mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada para petinggi PT Pelindo I dan juga pejabat pemerintah yang mempermainkan nasib buruh.

Menurut dia, sampai saat ini PT Pelindo I tidak memberikan respon yang positif. Karena merasa tidak ada tanggapan dan perusahaan pelat merah itu dianggap bebal, maka Nicho melanjutkan tuntuan aksinya hingga ke Jakarta secara langsung.

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan ini, merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang digelar di depan kantor PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100 Medan.

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur. Kemudian Kami menolak status para karyawan PT Pelindo dialihkan ke perusahaan outsourching. Kami meminta agar para pekerja buruh PT Pelindo agar ditetapkan menjadi karyawan tetap,” ucap Nicholas.

Menurut dia, masa kontrak para pekerja PT Pelindo I rata-rata 17 tahun dan para pekerja sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun, perusahaan BUMN ini malah mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

Dalam aksi kali ini mereka juga menuntut agar Direktur PT Pelindo I di turunkan dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar pemerintah juga mengusut tuntas kasus dwelling time.

“Kami menutut agar Direktur PT Pelindo I dipecat. Kami meminta Pekerjakan Buruh Pelindo menjadi karyawan tetap. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Kota Medan dicopot,” ujarnya.

Tuntutan belum berhenti, para buruh ini juga menuntut agar Pemerintah mencabut PP 78/2015. Nicholas menambahkan, mereka juga akan menyuarakan putusan 378 terkait dengan penggunaan Logo SBSI dan Mars SBSI agar dilaksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang selama ini dianggap secara ilegal mencaplok SBSI Pimpinan Prof Dr Muchtar Pakpahan,. SH, MA.

“Kami juga meminta agar PP 78 dicabut. Kemudian meminta Putusan 378 agar dilaksanakan oleh KSBSI untuk tidak menggunakan Logo SBSI, Mars SBSI dan bendera SBSI. KSBI itu ilegal, sebab putusannya yang sah adalah SBSI Muchtar Pakpahan,” ucapnya.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Medan sekaligus koordinator aksi, April Waruwu mengatakan, rombongan ini merencanakan akan melewati jalur timur Jalan Lintas Sumatera. Jarak yang akan ditempuh diperkirakan mencapai 2.000 km. Berbagai kebutuhan perjalanan pun telah dipersiapkan dengan matang. Selain perbekalan, mereka juga menyiapkan mobil komando hingga ambulance. “Diharapkan dapat kita tempuh selama satu bulan,” ujarnya.

Menurut April, aksi longmarch ini rencananya akan disambut perwakilan SBSI di setiap kabupaten dan kota yang dilintasi. Para buruh ini berharap, aksi mereka berjalan dengan lancar dan tujuannya dapat tercapai. “Kami berharap semua lancar dan dapat tiba dengan selamat di Jakarta,” ujar April.(JR)

Untuk Perkembangan dan Update Aksi Long March, bisa menghubungi:

Contact Person:
Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan: 081295853704
Sekjen DPP SBSI Andi Naja F Paraga: 087884044215
Korwil SBSI Se-Sumatera Amser Hutauruk: 087711145338
Korwil SBSI Sumatera Nicholas Sutrisman: 081263976597
Ketua Korwil SBSI Sumut Arsula Gultom: 085297318011
Ketua DPC SBSI Medan April Waruwu: 081310052827 dan 081310052872

Leave a comment

Your email address will not be published.


*