Breaking News

Hari Keempat Aksi Jalan Kaki Dari Medan ke Jakarta, Seorang Buruh Pingsan dan Alami Situasi Kritis

Salah seroang buruh yang merupakan peserta aksi long march dari Medan menuju Jakarta pada Hari Keempat melakukan aksi jalan kaki di daerah Asahan, Sumatera Utara mengalami pingsan dan kondisi kritis, Senin malam (23/01/2017).

Hari keempat aksi jalan kaki atau long march yang digelar ratusan buruh PT Pelindo I Medan menuju Jakarta, seorang buruh yang merupakan peserta aksi tiba-tiba pingsan, dan setelah dicek, kondisinya lumayan kritis.

 

Hal itu dilaporkan Koordinator SBSI Wilayah Sumatera Utara Nicholas Sutrisman, ketika para peserta aksi sedang melanjutkan aksi long march di wilayah Asahan, Sumatera Utara.

 

“Mengalami kecapaian, dan pingsan. Meski kritis, kondisinya kini sedang ditangani oleh Tim Medis,” ujar Nicholas Sutrisman yang berada di dalam barisan peserta aksi, Senin (23/01/2017).

 

Dia berharap, kondisi anak buahnya itu segera pulih. Nicholas mengatakan, para peserta aksi terus melanjutkan aksi long march-nya dari Medan menuju Jakarta.

 

Sejak Jumat 20 Januari 2017, sebanyak 350-an buruh yang tergabung dalam SBSI itu menggelar aksi jalan kaki long march dari Kantor Pelindo I Medan menuju Istana Presiden ke Jakarta.

 

Nicholas Sutrisman menyampaikan, sejak keberangkatan dari Medan, pihak anak isteri dan keluarga buruh mengantar dan mendukung aksi mereka pergi menemui Presiden Joko Widodo ke Istana Presiden Jakarta.

 

“Hingga hari kedua ini, kita terus semangat dan pasti harus tiba di Jakarta dengan selamat sentosa. Mohon dukungan teman-teman dan semua pihak,” ujar Nicholas.

 

Nicholas menegaskan, tututan mereka adalah menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing, menuntut dipenuhinya hak-hak buruh, meminta agar pemerintah pusat mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada para petinggi PT Pelindo I dan juga pejabat pemerintah yang mempermainkan nasib buruh.

 

Menurut dia, sampai saat ini PT Pelindo I tidak memberikan respon yang positif. Karena merasa tidak ada tanggapan dan perusahaan pelat merah itu dianggap bebal, maka Nicho melanjutkan tuntuan aksinya hingga ke Jakarta secara langsung.

 

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan ini, merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang digelar di depan kantor PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100 Medan.

 

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur. Kemudian Kami menolak status para karyawan PT Pelindo dialihkan ke perusahaan outsourching. Kami meminta agar para pekerja buruh PT Pelindo agar ditetapkan menjadi karyawan tetap,” ucap Nicholas.

 

Menurut dia, masa kontrak para pekerja PT Pelindo I rata-rata 17 tahun dan para pekerja sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun, perusahaan BUMN ini malah mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

 

Dalam aksi kali ini mereka juga menuntut agar Direktur PT Pelindo I di turunkan dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar pemerintah juga mengusut tuntas kasus dwelling time.

 

“Kami menutut agar Direktur PT Pelindo I dipecat. Kami meminta Pekerjakan Buruh Pelindo menjadi karyawan tetap. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Kota Medan dicopot,” ujarnya.

 

Tuntutan belum berhenti, para buruh ini juga menuntut agar Pemerintah mencabut PP 78/2015. Nicholas menambahkan, mereka juga akan menyuarakan putusan 378 terkait dengan penggunaan Logo SBSI dan Mars SBSI agar dilaksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia  (KSBSI) yang selama ini dianggap secara ilegal mencaplok SBSI Pimpinan Prof Dr Muchtar Pakpahan,. SH, MA.

 

“Kami juga meminta agar PP 78 dicabut. Kemudian meminta Putusan  378 agar dilaksanakan oleh KSBSI untuk tidak menggunakan Logo SBSI, Mars SBSI dan bendera SBSI. KSBI itu ilegal, sebab putusannya yang sah adalah SBSI Muchtar Pakpahan,” ucapnya.

 

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Medan sekaligus koordinator aksi, April Waruwu mengatakan, rombongan ini merencanakan akan melewati jalur timur Jalan Lintas Sumatera. Jarak yang akan ditempuh diperkirakan mencapai 2.000 km. Berbagai kebutuhan perjalanan pun telah dipersiapkan dengan matang. Selain perbekalan, mereka juga menyiapkan mobil komando hingga ambulance. “Diharapkan dapat kita tempuh selama satu bulan,” ujarnya.

 

Menurut April, aksi longmarch ini rencananya akan disambut perwakilan SBSI di setiap kabupaten dan kota yang dilintasi. Para buruh ini berharap, aksi mereka berjalan dengan lancar dan tujuannya dapat tercapai. “Kami berharap semua lancar dan dapat tiba dengan selamat di Jakarta,” ujar April.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*