Breaking News

Hari Kedua Gelar Aksi di Depan Istana, Lima Orang Perwakilan Buruh Long March PT Pelindo I Masuk Istana, Negosiasi Tanpa Hasil Lagi

Hari Kedua Gelar Aksi di Depan Istana, Lima Orang Perwakilan Buruh Long March PT Pelindo I Masuk Istana, Negosiasi Tanpa Hasil Lagi.

Di hari kedua menggelar aksi di depan Istana Negara, ratusan buruh PT Pelindo I Belawan yang telah melakukan aksi long march Medan-Jakarta masih bertahan. Sebanyak lima orang perwakilan buruh kembali masuk ke dalam Kompleks Istana Negara untuk kembali bernegosiasi dengan pihak Istana Negara terkait nasib mereka.

 

Koordinator Aksi Long March Buruh SBSI Arsula Gultom yang menjadi Ketua Tim Negosiasi ke Istana Negara di hari kedua menyampaikan bahwa pihaknya kembali hanya diterima oleh para Deputi Kantor Kepresidenan. Dari percakapan yang mereka lakukan, para Deputi hanya bisa menjanjikan bahwa pada Rabu 29 Februari 2017, akan ada kepastian setelah pihak Istana memanggil PT Pelindo I, Kementerian BUMN, Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi dan pihak Mensesneg bersama-sama dengan buruh.

 

“Belum ada keputusan. Dan kita akan tetap bertahan,” ujar Arsula Gultom, di depan Istana Negara, usai bertemu Deputi Kantor Kepresidenan, Selasa (28/02/2017).

 

Karena itu, ratusan buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu masih bertahan dan akan terus menggelar aksi di depan istana.

 

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Andi Naja FP Paraga menyampaikan, hingga saat ini mereka masih terus menunggu adanya keputusan dari pemerintah terkait dengan status mereka yang ditelantarkan oleh PT Pelindo I.

 

Pihak pemerintah pun tak kunjung mengambil keputusan terhadap persoalan yang dialami oleh buruh PT Pelindo I tersebut. Sejak Jumat 20 Januari 2017 lalu, ratusan buruh tersebut telah berjalan kaki dari Medan, Sumatera Utara hingga ke Jakarta untuk menemui Presiden RI Jokowi.

 

Ratusan buruh yang sudah berjalan kaki selama 40 hari yang menempuh jarak 2000 kilometer sejak 20 Januari 2017 lalu akan terus bertahan hingga ada keputusan yang diberikan oleh pemerintah Republika Indonesia.

 

“Hingga saat ini belum ada keputusan yang diberikan oleh pemerintah. Kami masih menunggu agar pemerintah memenuhi tuntutan kamim” kata Andi.

 

Di hari kedua aksi mereka ini, lanjut Andi, sebanyak 5 orang perwakilan dari buruh diminta untuk masuk kedalam Istana. Dari pihak SBSI ada 3 orang yang menjadi tim negosiasi yaitu, Koordinator aksi Long March Arsula ratusan buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan, Ketua Umum Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Vence Parera, Ketua Pengurus Komisariat PT Pelindo I Oscar Pakpahan, serta dua orang perwakilan dari PT Pelindo II dan PT Pelindo III.

 

Kelima orang itu ke dalam lingkungan Istana Negara pada pukul 13:00 WIB. “Tadi dari pihak istana meminta lima orang perwakilan untuk masuk ke dalam. Tetapi tidak ada keputusan,” ujar Ketua Umum Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Vence Parera.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*