Breaking News

Hari Ke 32 di Lampung Timur, Hendak Menyeberang ke Pulau Jawa, Para Buruh Peserta Aksi Long March Dari Medan ke Jakarta Gunduli Kepala Untuk Buang Sial

Hari Ke 32 di Lampung Timur, Hendak Menyeberang ke Pulau Jawa, Para Buruh Peserta Aksi Long March Dari Medan ke Jakarta Gunduli Kepala Untuk Buang Sial.

Di hari ke-32 aksi long march yang digelar ratusan buruh PT Pelindo I Medan, memasuki wilayah Lampung Timur, para peserta ramai-ramai menggunduli kepalanya hingga plontos. Alasannya, sebelum menyeberang ke Pulau Jawa dan menuju Jakarta, mereka harus membuang kesialan yang dilakukan PT Pelindo I kepada mereka.

 

Koordinator Lapangan Aksi Long March April Waruwu menjelaskan, aksi memangkas rambut hingga gundul itu adalah simbolisasi perjuangan agar berjuang dengan hati bersih dan penuh komitmen memperjuangkan nasib buruh Indonesia. “Selain itu agar semua kesialan yang dilakukan PT Pelindo I kepada kami terbuang dan tinggal sebelum menyeberang ke Pulau Jawa,” ujar April, (Senin (20/02/2017).

 

Perjalanan panjang dengan berjalan kaki ditempuh para buruh untuk memperjuangkan nasibnya. Setahun lebih nasib mereka tidak digubris oleh PT Pelindo I sehingga mereka nekad berjalan kaki hendak menemui Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, untuk menyampaikan persoalan mereka secara langsung dan meminta orang nomor satu di Republik Indonesia itu memberikan solusi yang tepat yang pro buruh.

 

Hingga 20 Februari 2017, para buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu telah melangkahkan kakinya menuju Pulau Jawa dengan melewati jarak 1879 kilometer di hari ke-32.

 

Sejak bergerak dari Kota Medan pada Jumat 20 Januari 2017, para buruh banyak mengalami pahit getir di perjalanan. Namun, dengan keteguhan dan kiomitmen, dan dengan dukungan masyarakat dan para tokoh di lintas perjalanan mereka, para buruh berhasil tiba di ujung selatan pulau Sumatera.

 

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Prof Dr Muchtar Pakaphan mengatakan, pada hari Minggu 19 Februari 2017, peserta long march menginap di Kota Wai Jepara, Lampung Timur.

 

Aksi cukur rambut itu, lanjut Muchtar, dilakukan agar pada saat menyeberangi Selat Sunda menuju Pulau Jawa dapat selamat sentosa.

 

“Sore ini teman-teman yang melakukan aksi long march sudah di Lampung Timur. Sore ini para peserta aksi melakukan cukur rambut agar dalam penyeberangan dari Bakauheni menuju Merak, mereka dilindungi oleh Sang Maha Pencipta,” kata Muchtar dalam pesan singkatnya.

 

Ratusan buruh tersebut diperkirakan akan tiba di Bakauheni pada Selasa besok. Selanjutnya, para buruh akan melakukan penyeberangan kesesokan harinya.

 

“Dari Lampung Barat ke Bandar Lampung terus ke Bakauheni diperkirakan akan tiba pada hari Selasa 21 Februari,” ucapnya.

 

Para buruh yang melakukan aksi ini rencananya akan terus melakukan perjalanannya hingga ke Istana Negara untuk menemui Presiden RI. Hal tersebut dilakukan untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami dengan PT Pelindo I yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

“Semoga Tuhan mengetuk hati dari Pemerintah, Presiden atau Wakil Presiden atau Menteri BUMN. Mudah-mudahan mereka pahami,” pungkasnya.

 

Koordinator SBSI Wilayah Sumatera Utara Nicholas Sutrisman menyampaikan, tututan mereka adalah menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing, menuntut dipenuhinya hak-hak buruh, meminta agar pemerintah pusat mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada para petinggi PT Pelindo I dan juga pejabat pemerintah yang mempermainkan nasib buruh.

 

Atas tuntutan buruh selama ini, lanjut dia, PT Pelindo I tidak memberikan respon yang positif. Karena merasa tidak ada tanggapan dan perusahaan pelat merah itu dianggap bebal, maka Nicho melanjutkan tuntuan aksinya hingga ke Jakarta secara langsung.

 

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan ini, merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang sudah berkali-kali digelar di depan kantor PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100 Medan.

 

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur. Kemudian Kami menolak status para karyawan PT Pelindo dialihkan ke perusahaan outsourching. Kami meminta agar para pekerja buruh PT Pelindo agar ditetapkan menjadi karyawan tetap,” ucap Nicholas.

 

Dia mengatakan, masa kontrak para pekerja PT Pelindo I rata-rata 17 tahun dan para pekerja sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun, perusahaan BUMN ini malah mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

 

Dalam aksi kali ini mereka juga menuntut agar Direktur PT Pelindo I di turunkan dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar pemerintah juga mengusut tuntas kasus dwelling time.

 

“Kami menutut agar Direktur PT Pelindo I dipecat. Kami meminta Pekerjakan Buruh Pelindo menjadi karyawan tetap. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Kota Medan dicopot,” ujarnya.

 

Tuntutan belum berhenti, para buruh ini juga menuntut agar Pemerintah mencabut PP 78/2015. Nicholas menambahkan, mereka juga akan menyuarakan putusan 378 terkait dengan penggunaan Logo SBSI dan Mars SBSI agar dilaksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia  (KSBSI) yang selama ini dianggap secara ilegal mencaplok SBSI Pimpinan Prof Dr Muchtar Pakpahan,. SH, MA.

 

“Kami juga meminta agar PP 78 dicabut. Kemudian meminta Putusan  378 agar dilaksanakan oleh KSBSI untuk tidak menggunakan Logo SBSI, Mars SBSI dan bendera SBSI. KSBI itu ilegal, sebab putusannya yang sah adalah SBSI Muchtar Pakpahan,” ucapnya.

 

Rombongan aksi long march ini  akan melewati jalur timur Jalan Lintas Sumatera. Jarak yang akan ditempuh diperkirakan mencapai 2.000 km. Berbagai kebutuhan perjalanan pun telah dipersiapkan dengan matang. Selain perbekalan, mereka juga menyiapkan mobil komando hingga ambulance. “Diharapkan dapat kita tempuh selama satu bulan,” ujar Koorlap Aksi April Waruwu.

 

Menurut April, aksi longmarch ini rencananya akan disambut perwakilan SBSI di setiap kabupaten dan kota yang dilintasi. Para buruh ini berharap, aksi mereka berjalan dengan lancar dan tujuannya dapat tercapai. “Kami berharap semua lancar dan dapat tiba dengan selamat di Jakarta,” ujar April.(JR/Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*