Breaking News

Harga Kebutuhan Pokok Melambung Tinggi, Jokowi Didemo Minta Tim Ekonomi Diganti

Harga Kebutuhan Pokok Melambung Tinggi, Jokowi Didemo Minta Tim Ekonomi Diganti.

Puluhan aktivis yang tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) menggelar aksi demonstrasi ke Istana Negara. Mereka meminta Presiden Jokowi segera mengganti Tim Ekonominya, lantaran tak sanggup menstabilkan perekonomian Indonesia. Terbukti, hingga akhit tahun 2017 ini, harga-harga kebutuhan pokok di Tanah Air malah terus melambung tinggi.

 

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni menyampaikan, masyarakat sudah kian tidak tahan menghadapi meningginya harga-harga kebutuhan pokok.

 

“Kita meminta agar harga-harga kebutuhan pokok diturunkan segera. Selain itu, Presiden segeralah memecat tim ekonominya, karena gagal membuat perekonomian Indonesia stabil,” tutur Sya’roni, Jumat (22/12/2017).

 

Aksi unjuk rasa yang digelar sejak jam sepuluh pagi hingga setengah dua belas siang itu diisi dengan orasi, penyebaran selebaran, spanduk, dan teatrikal gas elpiji, sebagai simbol kebutuhan pokok yang meninggi.

 

Sya’roni mengatakan, menjelang akhir tahun, rakyat dikagetkan dengan melambungnya berbagai harga kebutuhan. Kenaikan yang mencolok terjadi pada tabung gas 3 kilogram dan telur. Tabung gas 3 kg melonjak hingga Rp. 35.000, padahal sebelumnya hanya Rp. 20.000 di tingkat eceran. Dan, telur naik dari Rp. 18.000 per kg menjadi Rp. 25.000 per kg.

 

“Sejumlah komoditi lainnya, seperti ayam misalnya, juga mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, kenaikan harga-harga ini makin menyuramkan prospek ekonomi Indonesia yang selama 3 tahun berturut-turut hanya mampu mencetak pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen. Padahal di awal pemerintahan dulu, Presiden Joko Widodo pernah menjanjikan ekonomi akan melesat tinggi. Namun, kenyataannya saat ini yang melesat tinggi adalah harga tabung gas 3 kg dan harga telur.

 

“Oleh karena itu, harus ada evaluasi total terhadap tim ekonomi karena terbukti gagal membawa perubahan untuk rakyat,” ujarnya.

 

Koordinator Aksi, Andy menyampaikan, untuk menyikapi situasi perekonomian Indonesia itu, pihaknya meminta dengan sangat agar harga-harga barang pokok diturunkan segera.

 

“Kami juga mendesak agar Presiden memecat tim ekonominya, karena gagal mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang baik sebagaimana dikatakan Presiden,” ujar Andy.

 

Peserta aksi juga meminta Presiden memecat Direksi PT Pertamina karena dianggap turut bertanggung jawab atas langkanya gas melon atau gas ukuran 3 Kilogram. “Sehingga menyebabkan harganya melambung,” ujar Andy.

 

Para peserta aksi juga meminta pemerintah segera menggelar operasi pasar sebanyak-banyaknya untik menolong masyarakat memenuhi kebutuhan dasarnya secara terjangkau.

 

“Segera lakukan operasi pasar sebanyak-banyaknya untuk mengembalikan harga agar normal kembali,” pungkas Andy.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*