Breaking News

Hapus Denda Keterlambatan Kapal Rp 12,5 Miliar, Kejagung Diminta Tetapkan Ahmad Bambang dkk Sebagai Tersangka Korupsi

Hapus Denda Keterlambatan Kapal Rp 12,5 Miliar, Kejagung Diminta Tetapkan Ahmad Bambang dkk Sebagai Tersangka Korupsi.

Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta untuk menetapkan mantan Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Ahmad Bambang sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) atau Kapal Transko Andalas dan Kapal Transko Celebes.

 

Pasalnya, peran Ahmad Bambang dalam dugaan korupsi tersebut sangatlah signifikan, salah satunya mengusulkan untuk dihapuskan denda penalti keterlambatan pengiriman kedua kapal sebesar 910.000 dolar AS atau setara dengan Rp 12,5 miliar.

 

“Jadi tindakan Ahmad Bambang yang menghapus denda penalti keterlambatan kapal seharusnya menjadi potensi besar kerugian keuangan negara. Kami meminta penyidik Kejagung untuk melakukan pemeriksaan ulang dalam kasus ini dan melihat secara utuh kasus ini,” kata Tim Kuasa Hukum tersangka mantan Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Suherimanto, Rudianto Manurung, di Jakarta, Selasa (19/12/2017).

 

Menurut Rudi, Ahmad Bambang yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Konstruksi Kementerian BUMN adalah yang menerima penyerahan pengadaan kapal Transko Andalas pada 10 Agustus 2012 dan Transko Celebes pada 8 Oktober 2012.

 

“Pada tanggal 5 Agustus 2012 terjadi pergantian Dirut dari Suherimanto ke Ahmad Bambang. Kapal itu diserahkan saat Ahmad Bambang sebagai Dirut PT Pertamina Trans Kontinental,” ujarnya.

 

Selain itu, lanjutnya, dalam persidangan telah jelas bahwa Ahmad Bambang yang menyerahkan kapal tersebut dan dalam penyerahannya ada istilah “cincai-cincailah” agar denda penalti itu dihapuskan.

 

“Fakta-fakta itu semua dalam persidangan terungkap. Dimana Ahmad Bambang yang mengusulkan penghapusan denda di rapat-rapat redaksi,” katanya.

 

Sebelumnya, pada kasus ini Kejagung baru menetapkan dua tersangka yakni Suherimanto dan Aria Odman, Direktur Utama PT Vries Maritime Shipyard (VMS) pemenang lelang pengadaan kapal. Saat ini kedua tersangka juga telah menjalani proses di persidangan di PN Jakarta Pusat.

 

Dalam kasus ini, Kejagung juga telah beberapa kali memanggil Ahmad Bambang untuk dimintai keterangan. Namun, saat panggilan terakhir pada 30 Januari 2017, Bambang mangkir sebanyak dua kali dari panggilan tersebut.(Richard)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*