Breaking News

Sidang Praperadilan Dahlan Iskan, Hakim Tolak Saksi Ahli Kejagung

Hakim Sidang Praperadilan Dahlan Iskan Tolak Saksi Ahli Kejagung.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kembali gelar sidang praperadilan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, Kamis (09/03/2017).

 

Dalam persidangan tersebut mengagendakan keterangan saksi ahli dari pihak Kejaksaan Agung (Kejagung). Kejagung menghadirkan dua orang saksi ahli, yakni Suparji Ahmad akademisi dari Universitas Al Azhar Kepala Sub Direktorat Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.

 

Sidang yang awalnya berjalan aman dan tertib ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab, dalam sidang terungkap, saksi ahli Kejagung tidak memiliki keahlian khusus di bidang hukum acara. Selain itu, Hakim juga menolak kesaksian dari jaksa Yulianto.

 

Sidang akan kembali digelar pada esok hari dengan agenda kesimpulan dan dimungkinkan pada Senin depan kasus tersebut diputuskan oleh hakim tunggal PN Jaksel.

 

Saat identitas Yulianto diminta hakim tunggal Made Sutrisna, pengacara Dahlan Iskan, Indra Priangkasa langsung melayangkan protes. Indra menilai Yulianto tidak layak berstatus saksi. Karena Yulianto merupakan orang yang terlibat menangani perkara yang sedang diuji di praperadilan.

 

Selain itu, keterangan Yulianto sudah tertuang dalam dokumen tertulis dan menjadi barang bukti praperadilan.

 

“Saksi sejak praperadilan ini selalu hadir di dalam ruang sidang yang Mulia,” ujar Indra.

 

Hakim Made Sutrisna ternyata memiliki pandangan sama. Dia setuju dengan keberatan yang disampaikan. Seluruh alasan Indra pun dapat diterima oleh hakim.

 

“Berlebihan kalau saksi memberikan keterangan lagi. Sebab, ini kan menyangkut administrasi saja, sudah ada pada dokumen yang menjadi barang bukti di sidang,” kata Made.

 

Hakim juga melihat sendiri, Yulianto tiap hari hadir ke ruang sidang. Atas dasar itulah, Yulianto diminta mundur sebagai saksi. Meski begitu, Yulianto tetap mengikuti sidang sebagai pengunjung.

 

Agus Dwiwarsono yang juga pengacara Dahlan Iskan mempertanyakan kapabilitas saksi ahli kejaksaan, yakni Suparji Ahmad. Agus menilai Suparji tidak memiliki keahlian terkait apa yang dibahas di praperadilan. Seperti halnya mengenai formal pidana atau pun hukum acara.

 

“Yang saksi kuasai ini lebih pada persoalan pokok perkara, Yang Mulia. Tidak sesuai dengan praperadilan,” ujar Agus kepada Made.

 

Keberatan Agus itu disampaikan setelah mendengar curriculum vitae (CV) Suparji Ahmad. Terungkap bahwa selama ini Suparji mendalami banyak tindak pidana ekonomi. Sehari-hari dia mengajar hukum transaksional. Disertasinya juga menyangkut penanaman modal asing (PMA). Tidak ada berkaitan dengan hukum acara atau tindak pidana korupsi.

 

Meski dengan alasan yang jelas hakim Made tidak menerima keberatan Agus.

 

“Walaupun spesialisasi hukumnya berbeda mungkin nanti bisa ada titik-titik singgungnya. Biar saja ini hak termohon untuk mengajukan saksi. Tapi, keberatan saudara pemohon kami catat,” kata Made.

 

Sidang akan kembali digelar sampai pada hari senin (13/03/2017) dengan agenda kesimpulan dan putusan hakim tunggal PN Jaksel.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*