Breaking News

Hadapi MEA, Anak Muda Harus Aktif Di Wirausaha

Di era MEA, lapangan kerja dan persaingan lebih berat, karena bersaing se-ASEAN, walaupun di tanah sendiri ya harus bersaing.

Di era persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kalangan muda kembali diingatkan untuk aktif dalam dunia kewirausahaan.

Selain kewirausahaan, berbagai bidang profesi lainnya yang membutuhkan keterampilan, keahlian dan kesiapan menghadapi persaingan pun harus dijelajahi dan dilakoni oleh kalangan kaum muda.

Ketua Umum Komunitas Muda Karya (KMK) Abdullah Amas menyampaikan, kini anak-anak muda tidak bisa hanya berharap akan maju kalau tidak terjun langsung dalam sektor-sektor kewirausahaan, dan pengembangan profesi serta minat-minat seperti kreativitas menulis dan lain-lain.“Apalagi di era MEA, lapangan kerja dan persaingan lebih berat, karena bersaing se-ASEAN, walaupun di tanah sendiri ya harus bersaing,” ujar Abdullah Amas, dalam keterangan persnya, yang diterima redaksi.

Dia menuturkan, perlunya inovasi dan partnership global. Hal ini dimaksudkan agar anak muda yang terlibat di partai politik (parpol) juga mengembangkan semangat bisnisnya, sehingga ketika tampil memenangkan kandidatnya, misal di Capres atau Pileg, yang diincar bukan harus posisi menteri.

“Setelah jagoannya menang, orientasinya ya untuk kemaslahatan rakyat. Dia sendiri bisa terus berkonstribusi untuk bangsa dengan jadi pengusaha, wirausaha daripada jadi staf khusus menteri yang di kantor terus misalkan. Tentu lebih menantang, misal dia terlibat juga sebagai penulis, pembuat skenario film,” ujar mantan Wasekjen PB HMI dan aktivis Barisan Muda Kosgoro 1957 ini.

Amas berharap, misalkan anak muda mendukung Capres tertentu, maka targetnya bukan harus menteri. Menjadi wirausaha adalah pilihan yang tidak bisa dianggap remah. Adapun kalau diberi posisi menteri atau di BUMN, lanjut Amas, ya tidak masalah.

“Tetapi jangan dijadikan orientasi utama. Sekarang kan banyak terjadi, karena gagal jadi menteri atau komisaris di BUMN, maka mulai ketus dan kecewa pada pilihannya. Ini bukan mental yang kita inginkan,” ujar dia.

Amas menganjurkan, sekecil apapun modal, maka sebaiknya segera jalankan. Sebab jika menunggu-nunggu modal besar dan peluang besar, akan sulit maju.

“Karena kalau masih menunggu tidak akan jalan. Seberapa adanya jalan, cuma punya lima ratus ribu jalan, kalau masih nunggu satu juta misalkan, ya kelamaan,” kata dia.

KMK, lanjut Amas, berencana akan memberikan modal tambahan kepada PKL (Pedagang Kaki Lima) dan anak muda yang mau berbisnis, juga di bidang sosial.

“Kita akan datangi langsung anak-anak pemulung,” ujarnya.

Sedangkan di bidang Politik, lanjut dia, KMK akan menjadi front terdepan anak muda yang mendukung perjuangan partai politik.

“KMK juga akan terus memberikan dukungan, kritik serta solusi terhadap pemerintahan Jokowi-JK, demi terwujudnya Nawacita,” pungkas Amas.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*