Breaking News

Hadapi Kebakaran Hutan Dan Lahan, KLHK Akan Perlengkapi Manggala Agni Dengan Peralatan Lengkap

Hadapi Kebakaran Hutan Dan Lahan, KLHK Perlengkapi Manggala Agni Dengan Peralatan Lengkap.

Untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tidak mudah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperlengkapi Satuan Tugas yang dikenal dengan Manggala Agni dengan sejumlah peralatan yang canggih.

Kebutuhan akan peralatan itu diadakan agar Tim Manggala Agni selalu siap setiap saat diterjunkan ke lapangan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan PKHL Kementerian LHK, Raffles B. Panjaitan mengatakan, tidak jarang Tim Manggala Agni mengalami kesulitan memasuki lokasi titik kebakaran hutan.

“Menanggulangi kebakaran tidak sekedar menyiramkan air saja ke api agar padam. Tapi harus dilihat dari mana sumber api, dimana posisi kepala api, bahan bakaran apa yang terbakar, topografi dan arah angin sehingga dapat disusun strategi pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan,” ujar Rafles B Panjaitan dalam keterangan persnya, Rabu (06/09/2017).

Menurutnya, upaya penanggulangan sebenarnya dimulai dengan melakukan persiapan untuk melakukan pencegahan Karhutla. Pada saat terjadi karhutla, Tim Manggala Agni harus mampu membaca situasi dan kondisi, serta cara pemadamannya.

“Keberhasilan pemadaman karhutla juga dipengaruhi faktor teknis di lapangan, seperti metode yang digunakan juga pertimbangan aspek geografis dan klimatologis,” ucap Rafles.

Rafles menambahkan, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Kementerian LHK yakni Manggala Agni Daops Tinanggea mengalami kesulitan saat melakukan upaya penanggulangan kebakaran di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW), di wilayah Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada  Senin 4 September 2017.

Kepala Daops Tinanggea menerima laporan terjadinya kebakaran dari petugas Balai TNRAW pada pukul 10.47 WITA. Selanjutnya Kepala Daops dan tim melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan melakukan koordinasi dengan Polsek Tinanggea. Pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni Daops Tinanggea bersama personel Babinkamtibmas Desa Tatangge di dua titik dengan luas areal terbakar masing-masing kurang lebih 27 hektar.

Namun, pada saat mengikuti lokasi kebakaran, lanjut Rafles, Daops Tinanggea mengalami kesulitan karena lokasi yang dituju tidak dapat di lalui kendaraan roda empat.

“Menghadapi kendala seperti itu, tidak menyurutkan tim dalam upaya melakukan pemadaman. Mereka tetap bekerja keras meski dengan menggunakan peralatan tangan dan jet shooter,” ujarnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*