Breaking News

Hadapi Globalisasi, Pemerintah Diminta Bentengi Usaha Nasional

Pengusaha Nasional minta pemerintah lindungi Usaha nasional.

Untuk menghadapi persaingan usaha dalam era globalisasi yang kian mengganas, pemerintah Indonesia diminta secara serius membentengi usaha nasional.

Dengan membentengi usaha nasional. Maka konstribusi ril kepada negara dapat dengan maksimal dilakukan oleh para usahawan nasional Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (BPP Ardin Indonesia) Bambang Soesatyo saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) V dan Musyawarah Nasional (Munas) II Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (28/04/2016).

Menurut pria yang kini menjabat Ketua Komisi III DPR RI ini, usahawan nasional dapat memberikan konstribusi yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan lebih memberdayakan potensi-potensi yang dimiliki oleh stake holder.

“Dengan lebih memberdayakan Ardin, dan semua stake holder, hal itu bisa dilakukan. Kekuatan ini harus dibentengi dan dilindungi untuk menghadapi globalisasi perdagangan yang semakin kompentitif,” ujar Bambang Soesatyo.

Dia mengatakan, sebagai organisasi yang memayungi seluruh pelaku ekonomi Nasional, khususnya yang bergerak di bidang usaha pengadaan barang dan distribusi, maka pihaknya akan mampu memberikan dukungan jejaring komunikasi, jejaring pembiayaan, jejaring usaha dan perdagangan, jejaring advokasi usaha serta jejaring sumber daya seperti riset dan teknologi, inovasi baru, informasi pasar.

“Karena itu, kerja sama dengan pemerintah, stake holder, kebijakan dan intelijen usaha dan lainnya, bagi pelaku usaha Nasional sangat diperlukan,” ujarnya.

Dengan terbentuknya jejaring ekonomi diantara pelaku ekonomi Nasional, lanjut dia, akan tercipta kekuatan dalam kemandirian wirausaha yang mampu membentuk iklim perekonomian kerakyatan.

“Sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Karena itulah, kekuatan ini perlu dibentengi dan perlu melindungi para pelaku usaha Nasional,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar Asosiasi Rekanan Perdagangan Barang dan Distributor (ARDIN) Indonesia menjadikan momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai peluang untuk berkompetisi dengan negara lain.

Menurut Tjahjo, pemerintah sendiri terus melakukan deregulasi dan perombakan kebijakan ekonomi. Pengusaha punya peran untuk tumbuh dan bersaing.

“Saya kiran era MEA ini bukan tantangan, tapi era kompetisi, jadi ini merupakan peluang untuk bersinergi. Jalin juga mitra dengan pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan di daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Tjahjo.

Makanya, lanjut dia, hubungan antara pemerintah dan pengusaha harus kompak. Saat ini, pemerintah tengah membenahi birokrasi dan panjangnya perizinan. Pemerintah daerah juga diminta berkordinasi baik dengan forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) untuk membangun persamaan persepsi.

Kemudian, Tjahjo juga meminta kepada para kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memberikan peluang kepada swasta untuk berkembang. Kebijakan Presiden Jokowi, kata Tjahjo juga mendorong agar alokasi anggaran pembangunan merata ke pengusaha.

“Anggaran pusat harus dinikmati pengusaha daerah, jangan semua diborong oleh pengusaha Jakarta, bagaimana memberdayakan, memberikan peran, kesempatan pada pengusaha di tingkat lokal. Makanya lewat forum ini menciptakan sistem yang lebih baik lagi,” ujar dia.

Ketua Umum ARDIN Indonesia, Bambang Soesatyo mengatakan, posisi Mendagri sebagai pembina kepala daerah bisa melindungi peran pengusaha yang saat ini mengalami kesulitan. Menurut dia, selama ini di daerah, tender pemerintah kerap menjadi permainan.

“Jadi yang menang tender, dia lagi, dia lagi. Kami menaruh harapan besar pada mendagri, berikan imbauan kepada kepala daerah mendahulukan produk dalam negeri dan utamakan pengusaha lokal, agar UKM lokal juga terbantu,” ujar Bambang.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*