Breaking News

Habis Liburan Imlek, Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi Turun ke Jalan

Habis Liburan Imlek, Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi Turun ke Jalan.

Puluhan ribu buruh dipersiapkan akan menggelar aksi unjuk rasa usai libur Imlek. Di Jakarta, sasaran para buruh adalah Istana Negara.

Aksi unjuk rasa ini adalah bentuk protes buruh terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal menuturkan, pada Rabu, 6 Februari 2019, aksi turun ke jalan oleh para buruh digelar di 20 Provinsi secara serentak.

“Usai libur besok (kemarin), sedikitnya 10 ribu buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI-KSPI) akan melakukan unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta,” tutur Said Iqbal, dalam siaran persnya, Senin ( 04/02/2019).

Aksi akan dimulai pada pukul 10.00 WIB, dengan titik kumpul di Patung Kuda Indosat, Jakarta Pusat. Setelah itu, massa aksi akan long march ke Istana Negara untuk menyampaikan tuntutannya.

Selain titik kumpul di Istana Negara, lanjut Said Iqbal, sebagian massa juga akan melakukan aksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Untuk aksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan ini, lanjutnya, buruh akan menyuarakan penolakan terhadap urun biaya. “Sekaligus menuntut agar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Bayar dalam Program Jaminan Kesehatan dicabut,” tuturnya.

Dalam waktu bersamaan, diungkapkan Said Iqbal, buruh akan melakukan aksi di 20 provinsi, seperti, Semarang (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), Bandar Lampung (Lampung), Batam (Kepulauan Riau), Medan (Sumatera Utara), Banjarmasin (Kalimantan), Banda Aceh (Aceh), Makassar, Gorontalo, dan sebagainya.

Dia menjelaskan, setelah melakukan aksi di Istana Negara, sekitar jam 13.00 WIB, massa akan berkumpul di Sports Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk merayakan peringatan Hari Ulang Tahun FSPMI yang ke 20 (dua puluh).

Adapun isu yang akan disuarakan dalam aksi 6 Februari 2019 tersebut, adalah persoalan ketersediaan lapangan kerja dan adanya ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta Revolusi Industri 4.0.

Tuntutan lainnya, agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) diberikan secara gratis, serta menolak adanya kebijakan Urun Biaya. “Serta, mendesak agar Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 dicabut,” ujar Said Iqbal.

Buruh juga akan konsisten menolak adanya Upah Murah. Selain itu, tingginya harga-harga kebutuhan pokok yang sangat mendera buruh, menurut Iqbal, juga akan diminta untuk segera diturunkan.

“Kami juga mendesak agar PP nomor 78 tahun 2015 tentang upah murah itu dicabut segera,” ujarnya.

Sedangkan, gempuran Tenaga Kerja Asing Ilegal (TKA Ilegal), terutama yang berasal dari Cina, lanjut Said Iqbal, harus diberantas. “Kami menolak adanya TKA unskill dari Cina,” ujarnya.

Selanjutnya, jenis alih daya  atau outsourcing  berupa program Pemagangan, menurut Said Iqbal, merupakan kedok yang harus dihentikan. “Hapuskan outsourcing dan kedok pemagangan,”katanya.

Buruh juga menuntut agar diberikan kepastian hukum untuk para pengemudi transportasi online. “Perlu ada kepastian hukum, segera, bagi para pengemudi transportasi online,” tutupnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*