Breaking News

Geser Paradigma Pemberantasan Korupsi, Jaksa Di Jakarta Kurangi Pendekatan Represif

Geser Paradigma Pemberantasan Korupsi, Jaksa Di Jakarta Kurangi Pendekatan Represif.

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta hendak fokus melakukan pendekatan persuasif dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Perubahan paradigma dari pola represif ke persuasif dirasa lebih efektif mengurangi korupsi.

 

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tony Tribagus Spontana menyampaikan, pendekatan persuasif itu lebih mengedepankan fungsi pencegahan. Mencegah terjadinya tindak pidana korupsi lebih baik daripada melakukan tindakan represif.

 

Kita sudah menjalankannya melalui Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) untuk mendekati melalui pendekatan pencegahan,” kata Tony di sela-sela acara Apel Integritas dan Senam Pagi Bersama seluruh jajaran Kejaksaan wilayah DKI Jakarta, di Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (11/08/2017).

 

Menurut mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, dengan mengedepankan pencegahan, jaksa dapat mengamankan dan mengawal seluruh program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

 

“Oleh karena itu kita harus menyusun strategi dan kita sudah menjalankan melalui program TP4,” ujarnya.

 

Karena itu, lanjut dia, jaksa yang jeli dan responsif terhadap berbagai dinamika sosial kemasyarakatan, maupun perubahan lingkungan, sangat diperlukan untuk melakukan tugas-tugas pendekatan persuasif dalam rangka melakukan pencegahan korupsi.

 

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, saya yakin akan membawa implikasi terhadap semangat, soliditas, profesionalitas dan integritas kejaksaan karena adanya perubahan dinamika lingkungan. Jangan sampai perubahan lingkungan itu, membuat kita terpuruk atau turun semangat,” ujar Tony.

 

Kegiatan Apel Integritas itu adalah salah satu kegiatan Kejati DKI Jakarta untuk memberikan motivasi kepada para jaksa se-DKI Jakarta.

 

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DKI Jakarta, Masyhudi menyampaikan, kegiatan Apel Integritas Jaksa itu akan memupuk semangat profesionalitas jaksa, membangun integritas yang kuat dalam melanjalankan tugas-tugas sebagai jaksa.

 

“Intinya memupuk dan mempertahankan semangat pengabdian, profesional dalam menjalankan tugas serta mempertahankan dan meningkatkan dedikasi, loyalitas, integritas jaksa se DKI Jakarta,” ujar Masyhudi.

 

Kegiatan itu dihadiri seluruh jajaran kejaksaan dari lima wilayah di DKI Jakarta, termasuk para Kepala Kejaksaan Negeri. Sebanyak 600 orang peserta hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan pada pagi hari di Ancol, Jakarta Utara itu.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*