Breaking News

Sebuah Gereja di Perancis Diserang Oleh ISIS

Separatis ISIS menyerang Gereja di Perancis.

Sebuah gereja diserang oleh dua orang pria bersenjata dan menyandera empat orang dan menewaskan seorang Imam Berumur 84 tahun di pinggiran kota Rouen di Prancis Utara. Kedua orang tersebut mengakui dirinya berasal dari Kelompok Negara Islam yang disebut ISIS.

Fr Jacques Hamel meninggal akibat digorok oleh anggota Negara Islam saat melakukan Ibadah pagi, Selasa 26 Juli 2016  hari.

 

Polisi setempat kemudian mengepung gereja dan menembak mati kedua penyandera. Salah satu sandera saat ini masih dalam kondisi kritis. Presiden Francois Hollande, mengunjungi tempat kejadian yang berada di Saint Etienne du Rouvray, Prancis, dan mengatakan para penyerang telah melakukan “pembunuhan pengecut” dan Perancis akan melawan ISIS “dengan segala cara”.

 

Pemimpin agama tertinggi katolik Paus Francis juga mengecam kejadian tersebut “rasa sakit dan horor kekerasan tidak masuk akal ini”.

 

Salah satu tersangka bernama Adel K, berusia 18 Tahun, dilaporkan telah ditahan dan kemudian ditempatkan di bawah perintah pengawasan. Pasukan khusus polisi menggerebek sebuah rumah di pinggiran kota setelah serangan itu.

 

Seorang Biarawati, yang merupakan Suster Danielle, mengatakan ia berada di gereja pada saat kejadian. Serangan itu terjadi selama acara Misa pagi di Gereja bersejarah yang terletak di lapangan tenang St. Etienne du Rouvray.

 

“Mereka memaksa Fr Hamel berlutut. Dia ingin membela diri, dan saat itulah tragedi itu terjadi,” katanya kepada media Prancis. Menurutnya, sebelum mengeksekusi korban, kedua teroris tersebut terlebih dahulu menyampaikan  kotbah did alam gereja dengan menggunakan bahasa Arab.

 

“Mereka merekam diri mereka sendiri. Mereka melakukan semacam khotbah sekitar altar, dalam bahasa Arab,”

 

Presiden Hollande mengatakan, kedua tersangka teroris mengakui mereka dari kelompok Negara Islam saat mereka keluar dari gereja sebelum berhasil ditembak mati oleh Polisi Prancis.
Seorang pria mengatakan, ia sering Bapak Hamel meingukuti melakukan tugas gereja termasuk Acara pembaptisan, pernikahan dan pemakaman selama bertahun-tahun.

 

“Ketika saya mendengar berita kematiannya, itu seperti kepala saya dipukul dari atas. Saya hanya ingin pergi ke gereja tapi aku tidak bisa,” katanya.

 

Warga St. Etienne du Rouvray menangis dan tidak terima dengan apa yang terjadi kepada salah satu tokoh Imam masyarakat, Fr Hamel.

 

“Keluarga saya telah tinggal di sini selama 35 tahun dan kami selalu tahu dia. Dia adalah seseorang yang berharga bagi masyarakat. Dia sangat bijaksana dan tidak ingin menarik perhatian pada dirinya sendiri ” kata Eulalie Garcia.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*