Breaking News

Gerakan Rakyat, Pertama Kali Di Indonesia Perumahan Khusus PKL Dibangun

Gerakan Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Pembangunan Perumahan Khusus PKL di Indonesia, APKLI Gelar Peletakan Batu Pertama.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) membuat perumahan bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Peletakan batu pertama untuk hunian PKL itu digelar di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Senin pagi (28/8/2017).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI)Ali Mahsun yang menggelar peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah bagi para PKL itu menyampaikan bahwa sejarah baru di Republik Indonesia telah diukir, dimana para PKL memiliki perumahan sendiri.

“Ini sejarah baru di republik ini, PKL miliki perumahan sendiri, yaitu Perumahan Kaki Lima Indonesia. Sejarah ini diukir di Boyolali, Jawa Tengah,” tutur Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI)Ali Mahsun, dalam siaran pers, yang diterima redaksi,kemarin.

Dengan selalu mengharap kehendak dan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt., Ali Mahsun melakukan peletakan batu pertama.

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, batu pertama Perumahan Kaki Lima Indonesia Boyolali, Jawa Tengah, secara resmi saya letakkan. Dengan doa dan harapan yang sama, saya canangkan Perumahan Kaki Lima Indonesia Se-Pulau Jawa,” ujar Ali Mahsun.

Dengan pembangunan perumahan bagi PKL ini, lanjut Ali, paling tidak ada tiga makna mendasar yang tertanam. Pertama, mengingatkan kepada segenap pemimpin bangsa bahwa Pemimpin itu wajib melindungi, melayani dan memenuhi hak-hak rakyat dan bangsa Indonesia. Kedua, di Jawa Timur, Boyolali itu diartikan sebagai buaya yang lupa.

“Maka, kita ingatkan segenap pemimpin bangsa yang saat ini lupa dan sengsarakan rakyat, yang saat ini menggadaikan bangsa dan negara ke asing, agar segera taubat dan menempatkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan,” tutur Ali.

Ketiga, melalui perjalanan panjang yang berliku penuh kerikil tajam, bahkan gulungan ombak dahsyat, akhirnya Perumahan Kaki Lima Indonesia bisa diwujudkan atas Ridho Allah untuk pertama kali di Bumi Boyolali, Jawa Tengah.

“Sebagaimana dulu Bupati Semarang pada abad XVI Ki Pandang Arang merenung di atas Batu Besar (Boyolali). APKLI tidak ingin rakyat dan bangsa ini sejak lahir hingga masuk liang lahat hidup di kos-kosan atau kontrakan,apalagi harus sengsara sebagai tuna wisma,” ujar Ali.

Dia melanjutkan, PKL dan rakyat punya hak untuk memiliki rumah sendiri. “Tanah republik ini milik rakyat dan bangsa kita, bukan milik bangsa asing,” tambah Ali yang merupakan seorang dokter ahli kekebalan tubuh itu.

Ali adalah pria asli Mojokerto, Jawa Timur. Dalam peletakan batu pertama pembangunan perumahan bagi PKL itu, dia didampingi oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Sekjen APKLI) Agus Yusuf Ahmadi, Ketua DPD APKLI Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, dan turut hadir Direktur Utama PT Panggeh Bersatu Jaya (Developer), Dono Rahardjo dan Kepala Cabang BAG Solo Septi dan Lima Gerobak PKL.

“Selaku Ketua Umum DPP APKLI, saya titahkan minimal lima ribu (5000) Perumahan  Pedagang Kaki Lima Indonesia wajib kita hadirkan di setiap Kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Propinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Lebih jauh, pria jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (Unibraw) dan FK Universitas Indonesia (UI) itu menyampaikan, APKLI juga wajib menghadirkan sebanyak 165 ribu Perumahan Kaki Lima Indonesia di Jawa Tengah hingga kwartal pertama tahun 2018, yang nilainya setara dengan 20,2 triliun rupiah.

Setelahnya, Ali juga melantik kepengurusan DPD APKLI Kabupaten Boyolali, yang diketuai oleh Iyan Mochtar Hanafi di Kawasan Wisata Tlatar, Boyolali, Jawa Tengah, pada Senin siang, 28 Agustus 2017. “Oleh karena itu, saya tegaskan dan perintahkan kembali, cabut nafsu hewaniah kalian, jangan hanya pakai otak (rasionalitas), kokohkan komitmen dan ketulusan hati kalian semua jajaran pengurus APKLI se-Jawa Tengah dan Se-Indonesia,” ujar Ali.

Dia juga menegaskan bahwa APKLI harus mempercepat terwujudnya Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia. “Guna menegakkan kembali ekonomi rakyat dan rebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa demi merah putih dan NKRI,” pungkas Ali.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*