Breaking News

Gembong Teroris Terdesak Ke Pegunungan, Distribusi Logistiknya Diputus

Perburuan Kawanan Teroris Santoso Di Poso

Perburuan gembong teroris di Poso, Sulawesi Tengah terus digencarkan. Kelompok teroris pimpinan Santoso itu kini terdesak ke arah dalam pegunungan dan terus diburu oleh satuan gabungan TNI dan Polri.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyampaikan, pengejaran terhadap teroris di Poso agak terhambat oleh situasi medan yang terjal dan pegunungan, serta kondisi cuaca yang berhujan sepanjang hari.

“Mereka telah terdesak ke arah pegunungan. Pengejaran terus dilakukan dengan sejumlah kendala yang dihadapi anggota kita di sana, kondisi alam dan curah hujan yang tinggi,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti di Jakarta, Sabtu (28/02/2016).

Sejak akhir 2015, pengejaran terhadap teroris kelompok Santoso terus dilakukan. Di 2016, Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan pengejaran dengan sandi Operasi Tinombala. Dalam operasi ini, Polri tidak sendirian, Operasi Tinombala adalah operasi gabungan TNI dan Polri untuk memburu terorisme di Poso.

Upaya pengejaran juga dibarengi dengan pemutusan jalur distribusi logistik terhadap Santoso dan kawan-kawannya.

“Dilakukan pemotongan jalur distribusi logistik untuk para teroris itu,” ujar Badrodin.

Pemutusan jalur distribusi logistik itu, lanjut dia, akan membuat kawanan teroris Santoso semakin terjepit di pegunungan.

“Di sana di bagi dama empat pos untuk pemotongan jalur logistik teroris. Setiap pos ada penanggung jawabnya dari TNI bersama Polri. Jadi distribusi logistik teroris dipotong dulu,” ujar dia.

Badrodin menyampaikan, segala celah yang bisa dijadikan untuk memperoleh logistik pastinya akan dilakukan oleh kawanan teroris Santoso.

Aparat juga menutup dan memburu kawanan orang asing yang mencoba masuk dan memberikan bantuan logistik kepada kawanan Santoso.

“Saat ini dari luar yang bergabung dengan kelompok Santoso itu ada dari Ouigour (Cina),” ujarnya.

Untuk perburuan kawanan Santoso, sebelumnya sudah ada Operasi Camar Maleo Satu, Camar Maleo Dua, Tiga dan Empat. Sekarang, lanjut lagi dengan operasi Tinombala 2016.

“Sudah banyak yang dilumpuhkan dan ditangkap. Nah, ini masih terus melakukan pengejaran,” ujar Badrodin.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*