Breaking News

Gedung Lapas Sudah Tua Dan Rapuh, Digoyang-goyang Eh Malah Rubuh, Ya Rusuh!

Rusuh Di Lapas Bengkulu, Lima Orang Napi Tewas

Gedung Lapas Sudah Tua Dan Rapuh, Digoyang-goyang Eh Malah Rubuh, Ya Rusuh!

Diduga ada perlawanan dari para narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP), petugas Badan Narkotika Provinsi Bengkulu yang melakukan operasi pembersihan narkoba di Lapas Kelas II A Malabero, Kota Bengkulu, berlangsung rusuh.

Diinformasikan, Lapas yang sudah tua dan lapuk itu pun rubuh karena tidak kuat menahan dorongan ratusan napi yang hendak menyelamatkan diri di saat terjadinya perlawanan di salah satu sel tahanan yang melakukan pembakaran di dalam selnya. Kebakaran di Lapas pun meluas, operasi pembersihan napi narkoba itu pun berubah menjadi ladang kebakaran dan kerusuhan. Kebakaran lapas kian membesar pada pukul 21.05 WIB pada Jumat (25/03/2016). Akibat kerusuhan ini, dilaporkan sebanyak 5 orang napi tewas terbakar dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit setempat untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum Dan HAM (Kemenkumham) I Wayan Kusmiantha Dusak menyampaikan, pada awalnya proses operasi pembersihan napi narkoba dilakukan dengan terkedali. Dengan melibatkan aparat dari Badan Narkotika Provinsi Bengkulu yang di-back up oleh Polisi dari Kepolisian Daerah (Polda Bengkulu) serta petugas LP.

“Ya yang namanya reaksi ketika digerebek dan dibesihkan, ya spontan ada perlawanan dan reaksi dari napi di dalam LP,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum Dan HAM (Kemenkumham) I Wayan Kusmiantha Dusak  di Jakarta, Sabtu (26/03/2016).

Menurut I Wayan Kusmiantha Dusak, kondisi LP Kelas II A Malabero, Kota Bengkulu langsung mendapat penjagaan dan sudah ditertibkan. “Saya juga sudah menurunkan Deputi saya ke sana untuk segera melakukan tindakan yang diperlukan. Selain itu semua proses evakuasi dan juga proses penyelidikan pun segera dilakukan,” ujar dia.

Dijelaskan Dusak, kerusuhan bermula dari reaksi spontan para napi di dalam LP ketika ada kawan mereka yang diciduk petugas BNNP Bengkulu yang melakukan operasi narkoba di dalam sel.

“Ya reaksi yang wajar pada awalnya. Nah, ratusan napi yang sudah dimasukkan ke dalam sel masing-masing ada yang teriak-teriak woooo… dan sebagainya sembari menggoyang-goyang besi-besi sel, dan ada yang dorong-dorongan di sel, eh tak tahunya ada besi sel dan juga dinding selnya yang malah lapuk dan rubuh. Itu awalnya. Memang LP itu sudah sangat tua dan sangat keropos,” jelas dia.

Maka, ketika ada sel yang bisa rubuh karena digoyang-goyang,  lanjut Dusak, para napi pun teriak ke napi di sel lainnya bahwa sel-nya bisa digoyang-goyang dan dirubuhkan. Nah, dari situlah pada merubuhkan dan pada berupaya melarikan diri dan saling berdesak-desakan.

Sedangkan api yang menimbulkan kebakaran, terang Dusak, terjadi pada saat petugas BNNP Bengkulu melakukan sweeping ada satu sel, kamar sel nomor 4 kalau, dari sel itu diciduk satu orang napi yang menjadi tersangka narkoba di Lapas.

Nah, begitu petugas menciduk, teman-temannya di sel itu protes dan membakar sesuatu, eh tak tahunya merembet dan terjadi kebakaran. Apalagi setelah tembok dan pintu-pintu sel bisa dibobol oleh para napi lainnya karena keropos,” ujar Dusak.

Kondisi Lapas itu, terang dia, hanya ada empat orang petugas LP, petugas lainnya sudah dipindahtugaskan ke LP Baru di Bentiring. Dan, Kepala Rutannya pun seorang perempuan, dan kemungkinan panik begitu ada chaos seperti itu.

Tetapi, situasi dapat segera diamankan, karena memang diuntungkan dengan masih berjaganya petugas BNNP Bengkulu dan pasukan dari Polda Lampung yang masih beroperasi. Dan segera juga dikontak Kodim, Koramil dan Kapolres setempat dan segera turun untuk mengamankan situasi.

Terkait adanya lima orang Napi yang tewas, Dusak menyampaikan, bahwa bukan hanya kematian mereka harus diusut tuntas, semua kejadian kerusuhan pun akan diproses secarea hukum.

“Ya, informasi yang disampaikan ke kami ada lima orang napi yang meninggal. Kemungkinan karena situasi chaos itu saling menyelamatkan diri, berdesak-desakan menghindari kebakaran dan saling dorong mendorong. Sekarang sudah dilakukan autopsi di rumah sakit guna proses pengembangan penyidikan kejadiannya,” ujarnya.

Dengan kondisi gedung Lapas yang sudah tua, maka petugas pun tidak bisa mempergunakannya lagi. Akibatnya, pasca rusuh, semua napi laki-laki sebanyak 700-an napi sudah dievakuasi dan sudah dipindahkan ke LP yang baru di kawasan Bentiring Kota Bengkulu.

“LP baru itu ini memang sudah selesai dibangun dan mulai beroperasi pada Januari 2016 lalu. LP baru itu memiliki daya tampung 750 orang. Sedangkan tahanan dan titipan yang belum divonis hakim, masih menghuni LP Malabero yang difungsikan sebagai Rumah Tahanan Negara (rutan) kelas II B Bengkulu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk LP wanita yang berada satu kawasan di LP Malabero tidak disentuh, sebab tidak kena kebakaran. “Jadi ya hanya napi laki-laki dari LP Malabero yang dipindahkan ke LP Bentiring. Semua sudah aman sekarang. Untung saja sudah ada LP baru di Bentiring itu. Kalau tidak ya keropos semua,” kata Dusak.

Dusak memastikan, aparat penegak hukum harus melakukan penyidikan terhadap semua kejadian itu. Dan, siapa yang terbukti melakukan pelanggaran hukum harus diproses dan diberi sanksi hukum.

“Masa kita kalah sama napi. Saya sendiri telah memerintahkan bahwa kejadian ini harus diselidiki dan disidik. Ya harus diusut. Semua pelaku kerusuhan harus diproses hukum. Kita tidak boleh membiarkan begitu-begitu lagi. Harus diproses hukum. Saat ini, baru satu orang napi yang diduga sebagai biang rusuh yang diamankan dan dimintai keterangannya. Ini harus diproses dan dikembangkan, supaya tidak berulang,” pungkas Dusak.

Awal rusuh terjadi ketika Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu merazia penghuni rutan untuk mencari narkoba dan barang berbahaya lainnya. Enta kenapa tiba-tiba penghuni blok narkoba marah dan terjadi rusuh dan pembakaran. Lima Orang napi meninggal dunia dalam kejadian itu.

Menurut Kepala Biro Humas Hukum dan Kerjasama Kemenkum HAM, Effendi Perangin Angin dalam siaran persnya, peristiwa itu terjadi pukul 20.30 WIB ketika BNNP melakukan penggeledahan di Rutan Bengkulu, namun terjadi perlawanan oleh tahanan dengan menjebol pintu hunian dan membakar seluruh blok hunian, kecuali blok wanita.

Usai kejadian itu, pihak lapas langsung berkoordinasi dengan Polda dan Polres Bengkulu untuk melakukan langkah pengamanan. Sekitar pukul 22.45 WIB situasi akhirnya dapat dikendalikan.

“Jumlah penghuni 259 orang, baru dikendalikan 231 orang mengingat listrik dipadamkan. Pihak lapas segera mengambil langkah seluruh penghuni dipindahkan ke LP Kelas llA Bentiring,” jelas Effendi.

Dari laporan terakhir yang diterima, 257 dari 259 orang tahanan dievakuasi ke LP Bengkulu di Bentiring.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*