Breaking News

Gabung Ke Partai Berkarya, Titiek Soeharto Hendak Lejitkan Keluarga Cendana di 2019

Gabung Ke Partai Berkarya, Titiek Soeharto Hendak Lejitkan Keluarga Cendana di 2019.

Keluarga Cendana ingin kembali melejit di pentas politik 2019. Bergabungnya Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto ke Partai Berkarya besutan putra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto itu semakin memperkuat posisi Keluarga Cendana.

Koordinator Nasional Muda Patriot Pagar Negeri (Perisai) Partai Berkarya Abdullah Amas mengatakan, dengan bergabungnya politisi Golkar Titiek Soeharto yang notabene adalah kakak kandung Tommy Soeharto itu ke Partai Berkarya, semakin menunjukkan bahwa keluarga Soeharto full tank hendak membesarkan partai itu.

“Ini ibarat big bang atau gerakan besar dan dashyat yang akan melejitkan Partai Berkarya. Ini juga pertanda, Keluarga Cendana full tank dan full team membesarkan Partai Berkarya,” ujar Abdullah Amas, Selasa (12/06/2018).

Titiek Soeharto sebelumnya menduduki posisi Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar dan anggota DPR dari partai beringin. Titiek menjadi anggota legislatif Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) kelahiran Soeharto di wilayah Yogyakarta.

Oleh karena itu, lanjut Abdullah Amas, sebagai Ormas Sayap Partai Berkarya, pihaknya menyambut baik bergabungnya Titiek Soeharto ke Partai Berkarya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Perisai Partai Berkarya Tri Joko Susilo mengaku, begitu bergabung dengan partai Berkarya, Titiek Soeharto diberikan posisi istimewa, yakni sebagao Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya.

“Dan juga sebagai juru kampanye serta pemenangan pilkada seluruh Indonesia. Kami surprise sekali Ibu Titiek sama sekali tak memikirkan posisi di DPR,” ujar Tri Joko Susilo.

Menurut Tri, bergabungnya Titiek di Partai Berkarya memberikan nuansa keibuan yang akan menyentuh sanubari masyarakat.

“Dan sebagai wajah kaum perempuan Indonesia yang menjadi teladan membela Indonesia di depan,” ujarnya.

Tri Joko Susilo menilai, Partai Berkarya akan terus menggempur peluang-peluang big news supaya daya ungkit bagi Partai Berkarya besar dan total.

“Partai Berkarya menjadi satu-satunya partai baru harapan rakyat karena ideologi, pemimpin berkharisma dan kobaran narasi Keluarga Cendana yang riil dengan isu-isu rakyat,” pungkasnya.

Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto resmi keluar dari Partai Golkar dan bergabung ke Partai Berkarya. Ia mengatakan alasan utama keluar dari Golkar lantaran partai tersebut berstatus sebagai pendukung pemerintah.

Di sisi lain, Titiek merasa gerah dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo karena dinilai gagal menyejahterakan masyarakat. Namun, karena dulunya berstatus sebagai kader Golkar, ia tak bisa mengkritik pemerintah. Ia mencontohkan kegagalan pemerintah salah satunya adalah tak bisa mengontrol masuknya tenaga kerja asing, padahal menurut Titiek, masih banyak pengangguran di Indonesia.

“Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat. Tapi saya tidak dapat melakukan hal itu karena saya sebagai orang Golkar, partai pendukung Pemerintah,” kata Titiek, Senin (11/6/2018).

Titiek menambahkan, semestinya Golkar berani memberikan masukan kepada pemerintah sebagai sahabat. “Seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik harus bisa memberi masukan. Mana hal-hal yang baik dan yang buruk kepada pemerintah, tidak hanya sekadar mengekor dan asal bapak senang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Titiek Soeharto mengundurkan diri dari Partai Golkar dan bergabung dengan saudaranya, Hutomo Mandala Putra, di Partai Berkarya.

Deklarasi dilakukan Konsolidasi Pemenangan Partai Berkarya di Memorial Jenderal Besar Soeharto atau Museum Soeharto di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Senin (11/6/2018). Dalam kesempatan itu hadir Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

“Saya putuskan keluar dari Partai Golkar dan saya memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya,” kata Titiek yang juga adalah Anggota DPR RI di Komisi IV.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*