Breaking News

Forum Masyarakat Rantau Sumatera Utara Tolak Cagubsu Yang Ambisius

Forum Masyarakat Rantau Sumatera Utara Tolak Cagubsu Yang Ambisius.

Masyarakat diingatkan untuk tidak terjebak dalam proses dukung mendukung para calon Kepala Daerah yang akan bertarung dalam Pilkada Serentak yang kembali akan digelar pada 2018 mendatang.

 

Tokoh Masyarakat Sumatera Utara Brigjen TNI (Purn) Junias Tobing menyampaikan, saat ini bejibun calon Kepala Daerah untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang tidak memiliki integritas diri dan tidak mampu mengejawantahkan aspirasi masyarakat.

 

“Kebanyakan para calon Kepala Daerah yang bermunculan saat ini adalah orang-orang yang ambisius, haus kekuasaan, dan niatnya tidak tulus untuk melayani masyarakat. Maunya menguasai dan merampok berbagai sumber daya di daerah saja. Integritas dirinya dipertanyakan. Berhati-hatilah, dan jangan memilih calon yang ambisius,” tutur Brigjen TNI (Purn) Junias Tobing saat menjadi pembicara dalam Silaturahmi Nasional Tokoh-Tokoh Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Rantau Sumatera Utara Jakarta, di Auditorium Grha Oikumene PGI, Jalan Salemba Raya 10, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11/2017).

 

Tobing mengatakan, sejak jauh-jauh hari mestinya para calon sudah memaparkan dan memasarkan visi misinya kepada semua elemen masyarakat, sehingga masyarakat bisa mencerna dan mengevaluasi sejauh mana visi misi itu bisa didukung atau tidak.

 

“Selain itu, saya melihat, banyak para calon yang merasa angkuh dan sombong. Seperti yang terlihat untuk para calon Gubernur di kampung kita di Sumatera Utara sana, rata-rata ambisius dan angkuh. Tidak mau dengan tulus bertemu masyarakat dan tida bisa menyerap aspirasi riil yang berkembang di masyarakat. Ini harus kita waspadai bersama-sama, jangan sampai masyarakat terjebak dalam proses pemilihan Pilkada itu loh,” tuturnya.

 

Junias Tobing juga mengingatkan masyarakat agar berani menyuarakan dan berani menolak para calon yang bermain pada isu-isu perpecahan masyarakat, seperti itu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

 

“Silakan lihat visi misinya, dengan jelas, bicara dan sampaikan langsung, pribadi calon itu apa? Masyarakat harus berani memberikan sanksi kepada para calon yang tidak memiliki integritas. Jangan pilih yang ambisius dan yang sombong,” tuturnya.

 

Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat Rantau Sumatera Utara Jakarta Jhon Roy P Siregar menyampaikan, bersilaturahmi merupakan salah satu upaya untuk menjalin komunikasi yang sehat untuk menjembatani masyarakat dengan para calon yang hendak bertarung.

 

Dengan menjalin komunikasi yang sehat, lanjut dia, maka akan bisa dilihat sejauh mana kepribadian para calon, visi misi para calon, integritas diri serta komitmennya kepada masyarakat.

 

“Namun sayangnya, sampai kini para calon yang disebut-sebut bermunculan akan bertarung di Sumut, misalnya, sepertinya tetap membuat jarak dalam berkomunikasi dengan masyarakat, sehingga watak bahwa calon gubernur itu sebagai abdi atau pelayan rakyat tidak terlihat dalam diri para calon yang ada,” tutur Jhon Roy P Siregar.

 

Jhon juga menyampaikan, sejumlah calon kepala daerah diajak untuk berdialog langsung dengan masyarakat, melihat realitas yang terjadi di masyarakat, serta mengukur sejauh mana komitmen para bakal calon dalam memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi di masyarakat.

 

“Peran serta masyarakat harus jelas dan nyata dalam proses politik dan pembangunan serta pemerintahan di daerahnya masing-masing. Sudah tidak jaman lagi bahwa kepala daerah itu harus disembah-sembah atau masyarakat dipersulit dalam berkomunikasi entah dengan jenis apapun untuk menyampaikan aspirasinya. Pemimpin ke depan harus memahami berbagai persoalan dan harus membuka diri terhadap beragamnya jenis komunikasi dan beragam persoalan yang disampaikan masyarakat,” ujarnya.

 

Ke depan, dalam pertarungan Pilkada serentak 2018, dia menyampaikan agar masyarakat belajar dari berbagai proses yang terjadi selama ini, sehingga tidak terjebak dalam permainan dan ketidaktulusan para calon kepala daerah yang sedang memasang wajah manis hanya untuk meraup suara, yang kemudian meninggalkan masyarakat ketika terpilih nantinya.

 

“Kesadaran masyarakat sudah sangat tinggi untuk mengetahui seluk beluk para calon yang bertarung. Dan kita berharap masyarakat tidak terjebak pada persoalan-persoalan ketika Pilkada berlangsung. Salah satu yang paling penting untuk dihindari adalah money politics  dan permainan isu SARA dalam Pilkada. Masyarakat jangan terjebak,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*