Breaking News

FIFA Mencabut Sanksinya dari Indonesia

FIFA mencabut sanksi dari Indonesia.

Federation Internationale de Football Association (FIFA) akhirnya mencabut sanksi penangguhan yang diberikan kepada Indonesia. Pencabutan sanksi itu dilakukan pada saat Kongres Tahunan FIFA yang ke 66 di Meksiko, Jumat (13/5/2016).

FIFA yang mengeluarkan surat pembekuan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 30 Mei 2015 lalu, sempat membuat persepakbolaan Indonesia tidak bisa mengikuti beberapa pertandingan Internasional.

Sebelum FIFA mencabut Sanksi yang diberikan, pemerintah Indonesia melalui Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), sudah terlebih dahulu mencabut SK Pembekuan kepada PSSI pada Selasa (10/5/2016). Pencabutan SK Pembekuan PSSI dimumkan Menpora, Imam Nahrawi di sebuah bioskop di Jakarta.

Keputusan tersebut dikeluarkan setelah FIFA mendapat surat dari pemerintah Indonesia. FIFA pun menuliskan suatu pernyataan yang menyatakan telah mencabut Sanksi kepada Indonesia.

“Dewan FIFA hari ini telah memutuskan mencabut sanksi kepada Indonesia,” tulis FIFA lewat akun Twitternya.

Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino mengatakan, anggota komite eksekutif FIFA sudah melakukan pertemuan, dan memutuskan sanksi penangguhan terhadap Indonesia untuk dicabut.

“Pencabutan ini karena pemerintah Indonesia sudah mengirim surat kepada FIFA yang menjelaskan mereka telah mencabut sanksi terkait intervensi pemerintah kepada federasi (sepakbola Indonesia). Itu artinya federasi sepakbola Indonesia tidak lagi ditangguhkan, dan mempunyai hak yang sama di sini (kongres).”

Mendengar pernyataan dari Presiden FIFA, Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Pandjaitan dan Sekjen, Azwan Karim yang menjadi Wakil PSSI saat mengikuti kongres tahunan FIFA, langsung disambut meriah dengan memberikan tepuk tangan.

Erwin Dwi Budiawan sangat berterima kasih telah menghidupkan kempali persepakbolaan Indonesia. Hinca dan Azwan Karim menjadi utusan PSSI untuk menghadiri Kongres yang diadakan di Mexiko.

“Terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah Indonesia yang menyadari keadaan yang terjadi dan bersedia mencabut keputusan pembekuan PSSI. Surat FIFA sudah saya terima dan akan saya bawa langsung ke Jakarta,” kata Hinca.

Rapat pencabutan sanksi FIFA itu dilakukan sebelum mengikuti kongres FIFA. “Rapat dewan FIFA memutuskan mencoret agenda untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI. Rapat selesai jam 9 pagi. Langsung diimplementasikan ke agenda kongres dengan mencoretnya dari anggota kecuali Kuwait dan Benin,” ungkapnya.

Setelah kembali dari Mexiko dengan membawa surat pencabutan sanksi yang diberika FIFA, PSSI berencana akan melakukan Pertemuan dengan Menpora.

“PSSI mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah Indonesia, khususnya bapak Presiden RI Joko Widodo, Mensesneg RI Bapak Pratikno, dan Menpora RI bapak Imam Nahrawi yang di detik-detik akhir mencabut sanksi pembekuan PSSI hingga FIFA pun memutuskan untuk mengangkat suspensi terhadap sepak bola Indonesia,” ucap Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Pandjaitan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Sein (16/5/2016).

“Setelah ini kami akan komunikasi secara intens dan mengagendakan pertemuan dengan Menpora, Mensesneg, atau Menko Polhukam dan syukur-syukur bisa bertemu dengan Presiden RI, bapak Joko Widodo untuk membahas semua hal terutama soal pengembangan sepakbola,” ujarnya.

Setelah mencabut sanksi penangguhan Indonesia, FIFA juga memberikan tugas kepada PSSI untuk mengkaji ulang anggaran dasar organisasi PSSI agar sesuai dengan standar statuta FIFA.

Dalam kongres tahunan yang diadakan FIFA di Mexiko, banyak yang diubah dalam Statuta FIFA dan berlaku 60 hari kemudian. Tidak hanya itu, liga profesional PSSI juga diminta untuk mengevaluasi status Indonesia Super League (ILS) dengan hubungan Liga kepada PSSI.
Berikut Lima Program Kerja PSSI Sesuai Arahan FIFA.
1. Menyiapkan hubungan dengan pemain dengan membentuk National Dispute Chamber Resolution (NDRC). NDRC ini adalah aturan atau pembentukan badan yang menangani sengketa pemain dengan klub atau federasi. Terkait hal itu PSSI akan me-review kembali hubungan dengan APPI yang dianggap sebagai organisasi pemain penting.
2. Pengelolaan PSSI yang bersih dan transparan dalam rangka good governence. PSSI juga akan me-review kembali Statuta PSSI agar sesuai dengan Statuta FIFA yang baru.
3. Terkait liga profesional, PSSI akan me-review kembali penyelenggaraan Indonesia Super League (ISL).
4. Mengelola kembali tim nasional secepatnya untuk persiapan berbagai ajang yang masih bisa diikuti, antara lain Piala AFF 2016, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018 yang paling dekat.
5. Me-review kondisi infrastruktur yang ada di seluruh Indonesia, terutama dalam menjamin kelancaran pembinaan sepak bola.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*