Breaking News

Enam Ratusan Karyawan PT Long Teng Iron and Steel Tak Didaftar Sebagai Peserta BPJS, Pejabat Disnaker dan Manajemen Perusahaan Perlu Diperiksa Aparat Hukum

Enam Ratusan Karyawan PT Long Teng Iron and Steel Tak Didaftar Sebagai Peserta BPJS, Pejabat Disnaker dan Manajemen Perusahaan Perlu Diperiksa Aparat Hukum.

Sebanyak enam ratus lebih karyawan di PT Long Teng Iron and Steel yang berlokasi di Pasar Kemis, Tangerang, tidak kunjung didaftarkan sebagai peserja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Meski pihak karyawan yang diwakili Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dari Pengurus Komisariat SBSI PT Long Teng Iron and Steel bersama jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasar Kemis dan BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis, Tangerang berkali-kali menghimbau, menyurati dan mendatangi pihak manajemen perusahaan agar segera melaksanakan kewajibannya mendaftarkan buruhnya sebagai peserta BPJS, namun hal itu tidak digubris oleh pihak perusahaan yang bergerak dalam peleburan logam itu.

Selain sikap ngeyel yang dipertunjukkan oleh manajemen PT Long Teng Iron and Steel, dugaan adanya main mata dengan pejabat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang mencuat. Pihak PT Long Teng Iron and Steel dan Disnaker Kabupaten Tangerang diduga kuat bekerja sama untuk menutup-nutupi dan tidak mendaftarkan para karyawan sebagai peserta BPJS.

Kesal dengan ulah pihak manajemen perusahaan yang tak menggubris peringatan yang disampaikan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pasar Kemis, Dany meminta agar perusahaan milik warga negara Cina itu dibekukan saja.

“Sudah beberapa kali pihak BPJS mendatangi PT Long Teng Iron and Steel, persuratan juga sudah kami sampaikan agar perusahaan segera mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS, namun tidak digubris. Saya kira, upaya selanjutnya yang bisa dilakukan adalah meminta agar perusahaan itu dan pihak-pihak yang terlibat mengganjal pendaftaran kepesertaan BPJS bagi karyawan agar diproses hukum,” ujar Dany ketika dikonfirmasi Sinar Keadilan, Rabu (08/02/2017).

Meski begitu, sekali ini, lanjut Dany, pihaknya masih akan mencoba mendatangi kembali PT Long Teng Iron and Steel, serta memberikan surat peringatan kepada manajemen perusahaan. Jika ternyata tidak digubris juga, menurut Dany, maka langkah hukum akan segera dilakukan bagi perusahaan yang juga mempekerjakan puluhan pekerja kasar ilegal asal Cina itu.

Dany mengatakan, rencananya pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasar Kemis akan melakukan kunjungan kembali ke PT Long Teng Iron and Steel. Rencana itu pun sudah dikomunikasikan dengan pihak manajemen perusahaan.

“Kata mereka sih saat ini sedang diupayakan agar segera mendaftarkan para karyawan sebagai peserta BPJS. Dari komunikasi kami, pihak manajemen perusahaan sedang mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) para karyawannya agar bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS. Rencanya, Kamis 9 Februari 2017, kami datangi perusahaan. Kami sudah sampaikan ke Pak Ahmad dari bagian Human Resources Development (HRD) PT Long Teng Iron and Steel terkait rencana kedatangan ini,” ungkap Dany.

Dany meminta, jika belum bisa dilakukan pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan oleh pihak perusahaan sekaligus, maka untuk bulan Februari 2017 ini, pihak perusahaan harus melakukan bertahap dengan mendaftarkan terlebih dahulu sebanyak 200-an karyawannya sebagai peserta BPJS Naker.

“Kami minta di bulan ini dimasukkan dulu sebanyak 200 tenaga kerja yang ada di perusahaannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Dany.

Bukan hanya pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasar Kemis yang mengeluarkan ultimatum keapda PT Long Teng Iron and Steel, dari BPJS Kesehatan juga melakukan hal yang sama.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis, Shanti Lestari mengatakan, setelah sekian lama dilapori oleh pihak buruh, dan juga telah bersurat dan berkunjung ke PT Long Teng Iron and Steel, BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis masih memberikan waktu sedikit lagi agar pihak manajemen perusahaan segera mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Kami masih akan tunggu itikad baik PT Long Teng Iron and Steel, sebentar lagi. Surat himbauan kedua sudah kami kirimkan ke PT Long Teng Iron and Steel pada 6 Februari 2017, isinya meminta agar seluruh karyawannya didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan,” ujar Shanti Lestari ketika dihubungi Sinar Keadilan, Rabu (08/02/2017).

Shanti Lestari mengatakan, pihak BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis belum mendapat respon atas surat yang mereka kirimkan ke PT Long Teng Iron and Steel.

Karena itu, Shanti mengingatkan, PT Long Teng Iron and Steel diberikan batas waktu selama 7 hari kerja agar memberikan respon atas surat yang dikirimkan oleh BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis kepada perusahaan itu.

“Sebelum kami mengambil sikap tegas, kami kasih waktu tujuh hari agar surat kami direspon dan ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan,” ujar Shanti.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini, setelah diperiksa di BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis, PT Long Teng Iron and Steel tidak kunjung mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan. Untuk itu, lanjut Shanti, dalam waktu dekat, pihak BPJS Kesehatan Psar Kemis juga akan mendatangi PT Long Teng Iron and Steel.

“Sampai saat ini belum ada registrasi dari PT Long Teng Iron and Steel. Jika sampai dengan 7 hari setelah surat himbauan kedua kami sampaikan dan masih belum registrasi, maka tanggal 16 Februari 2017 Staf Pemeriksaan kami akan melakukan mendatangi PT Long Teng Iron and Steel,” kata Shanti Lestari.

Sementara itu, Ketua Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) di PT long Teng Iron and Steel, Siswoyo membenarkan bahwa sudah berkali-kali pihaknya meminta kepada manajemen PT Long Teng Iron and Steel agar mendaftarkan sebanyak 600-an karyawan yang bekerja di perusahaan itu sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Bahkan, menurut Siswoyo, PK SBSI di PT long Teng Iron and Steel juga sudah berkali-kali melaporkan kondisi mereka itu ke berbagai instansi terkait seperti ke Disnaker Kabupaten Tangerang, ke BPJS Ketenagakerjaan, ke BPJS Kesehatan, ke pihak kepolisian juga. “Sampai saat ini belum ada perkembangan nyata atas situasi kami di sini,” ujar Siswoyo.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*