Breaking News

Oknum Polisi Yang Diduga Terlibat Akan Di-Propamkan

Dugaan Bekingi Lokalisasi & TPPO di Kawasan Elit Kota Wisata Cibubur, Oknum Polisi Yang Diduga Terlibat Akan Di-Propamkan.

Pihak aparat hukum diminta segera menangkap dan memenjarakan bos dan pemilik Yuk’s Massage and Longue (YM) Marudut Dwi Bildman Purba.

Usaha dan bisnis haramnya berupa bisnis esek-esek berkedok panti pijat di Ruko Sentra Blok B14, Jalan Boulevard, Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, telah terungkap.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Edukasi dan Advokasi Masyarakat Indonesia (LBH Lekasia) Charles Hutahaean menyampaikan, sejak dilakukan razia di lokasi itu, hingga saat ini ada 8 orang terapis YM yang dimasukkan ke panti sosial, namun Marudut Dwi Bildman Purba tidak juga dijamah oleh aparat penegak hukum.

“Sangat terkesan lepas tangan, tidak mau bertanggung jawab, dan malah berlindung di balik beking yang katanya adalah petinggi di instansi tertentu,” tutur Charles Hutahaean, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (15/08/2018).

Charles mengingatkan, Marudut Dwi Bildman Purba diancam dan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak 600 juta rupiah.

“Dia diancam dengan pasal 2 dan 3 dan seterusnya, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 tentang TPPO,” ujar Charles.

Dia pun mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Marudut Purba. Selain itu, lokalisasi di sekitar Kawasan Kopta Wisata Cibubur pun harus dihentikan.

“Jangan malah oknum aparat dan atau pejabatnya yang turut bermain. Kami akan melaporkan oknum aparat dan oknum pejabat yang terlibat,” ujar Charles.

Sementara itu, pengusaha dan pemilik Yuk’s Massage and Longue (YM) Marudut Dwi Bildman Purba ogah bertanggung jawab. Pria yang oleh para terapis-nya juga dipanggil Papi itu mengaku sudah menyerahkan semua proses yang terjadi kepada pengacaranya.

“Semua permasalahan ini sudah saya kuasakan ke pengacara saya. Agar tidak ada fitnah dan untuk klarifikasi yang sebenarnya. Semua persoalan ini sudah saya kuasakan kepada pengacara saya. Silahkan hubungi pengacara saya, Sumihar Simatupang di nomor 081212506999,” ujar Marudut Purba saat dikonfirmasi wartawan.

Pengacaranya Papi Marudut Purba, Sumihar Simatupang juga berupaya menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Pria yang mengaku sebagai advokat profesional namun berkantor di Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) Pengadilan Negeri Cibinong itu tidak menjelaskan perihal perkara kliennya.

“Saya Advokat Sumihar J Simatupang, SH, selaku kuasa Bapak MT Purba. Apabila ada yang perlu untuk klarifikasi silakan menemui kami secara langsung di Posbakum PN Cibinong,” ujar Sumihar Simatupang, ketika dimintai konfirmasinya.

Advokat Sumihar Simatupang malah menuding, dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau Human Trafficking serta praktik pelacuran  di Yuk’s Massage and Longue(YM), adalah bohong belaka. Menurut dia, tidak ada persoalan di tempat pijat dan esek-esek milik kliennya itu.

“Bagaimana bisa seorang penyidik Polda membuat isu fitnah? Saya copy tulisan ada main mata dan sogok kepada ada oknum aparat Polisi dari Polres Cibinong. Jadi tulisan itu adalah merupakan fitnah terhadap diri klien saya,” tuturnya.

Sumihar juga menyerang wartawan dengan ancaman akan melaporkan karena meminta konfirmasi. Wartawan ditudunya hendak melakukan pemerasan. “Kau (wartawan) pikir bisa memeras klien saya. Kau (wartawan) tidak tahu hukum,” ujarnya.

Pihak kepolisian yang dimintai klarifikasi terkait hal ini, bungkam.  Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky tidak memberikan penjelasan. Persoalan ini pun sudah disampaikan ke  Kapolda Metro Jakarta Raya Irjen Pol Idham Azis dan ke Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, namun belum ada tanggapan.

“Kami akan melaporkan oknum aparat kepolisian yang diduga terlibat ke Propam,” ujar Charles Hutahaean.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*