Breaking News

Dosen IPB Digugat, Selamatkan Pejuang Lingkungan

Dosen IPB Digugat, Selamatkan Pejuang Lingkungan.

Seorang Dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) bernama Basuki Wasis digugat oleh Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam.

Tuduhan yang dilontarkan kepada Basuki Wasis atas kesaksiannya sebagai Ahli di Pengadilan Tipikor, menjerat Nur Alam atas kejahatan perizinan tambang, sehingga Nur Alam dijatuhi vonis 12 tahun penjara.

Jurubicara Koalisi Anti Mafia Tambang Melky Nahar mengungkapkan, di momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, seorang pejuang lingkungan mengalami ketidakadilan.

“Hari ini, 5 Juni adalah hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tapi, tahukah kamu bahwa seorang pejuang lingkungan baru saja alami ketidakadilan dan digugat hingga triliunan rupiah oleh terpidana korupsi?” tutur Melky, Selasa (05/06/2018).

Dia menerangkan, Basuki Wasis, seorang Dosen IPB dan ahli perhitungan kerugian dampak lingkungan. Basuki merupakan saksi ahli yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghitung kerugian lingkungan dalam kasus korupsi pemberian izin usaha pertambangan melibatkan Mantan Gubernur Sultra, Nur Alam.

Nur Alam sudah divonis 12 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor. Tapi sayangnya keterangan yang disampaikan Basuki Wasis dalam persidangan kasus Nur Alam, yang sebut kerugian lingkungan/ ekologis dalam kasus korupsi tersebut mencapai Rp 2,7 triliun, malah dipermasalahkan.

“Nur Alam malah menggugat Basuki Wasis di Pengadilan Negeri Cibinong,” tutur Melky.

Padahal, ditegaskan dia, seorang ahli tidak bisa diancam karena kesaksiannya yang dia sampaikan di persidangan. Pasal 66 UU 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup jelas menyebutkan, “Setiap orang yang memperjuangkan hak lingkungan hidup yang baik dan sehat yang didasarkan i’tikad baik tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata”.

“Jika gugatan ini diterima, akan menjadi teror bagi siapa saja yang akan menjadi ahli di persidangan,” ujar Melky.

Demi berjalannya pemberantasan korupsi dan penyelamatan lingkungan hidup, lanjut dia, Koalisi Anti Mafia Tambang menuntut agar Pengadilan Negeri Cibinong menolak gugatan Nur Alam terhadap Basuki Wasis. “Selamatkan Pejuang lingkungan, berantas korupsi tambang,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*