Breaking News

Ditanya Rencana Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkotika Jilid IV, Lagi Tidak Fokus dan Banyak Kendala, Jaksa Agung Ingatkan Menkumham Kendalikan Narkoba Di Dalam Sel

Ditanya Rencana Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkotika Jilid IV, Lagi Tidak Fokus dan Banyak Kendala, Jaksa Agung Ingatkan Menkumham Kendalikan Narkoba Di Dalam Sel.

Jaksa Agung HM Prasetyo menyebutkan pelaksanaan eksekusi mati jilid IV masih menuai kendala. Pasalnya, masih banyak persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

 

“Sulit dijelaskan. Masih banyak yang dihadapi bangsa ini untuk yang lebih penting seperti sosial, ekonomi dan lain-lain,” kata Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/10/2017).

 

Prasetyo berharap Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tidak memberikan ruang kepada terpidana untuk mengendalikan Narkoba dari dalam sel penjara.

 

“Kita berharap Kemenkumham tidak memberikan kesempatan mengendalikan narkoba dari dalam sel,” ujarnya.

 

Prasetyo mengatakan, persoalan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak mengatur tenggat waktu pengajuan grasi yang sebelumnya hanya diberikan waktu maksimal satu tahun.

 

“Tapi sekarang keputusan itu dihapuskan oleh MK,” katanya.

 

Sebelumnya, Prasetyo menyatakan pihaknya telah meminta fatwa dari Mahkamah Agung (MA) terkait batasan permohonan grasi yang diajukan terpidana mati tersebut.

 

“Nanti minta fatwa ke MA dan MK agar ada kepastian hukum batasan grasi. Kan satu tahun dihapuskan,” ujarnya.

 

Menurut Prasetyo, putusan MK itu telah menghambat pelaksanaan eksekusi mati, mengingat tidak ada kepastian hukum soal grasi.

 

“Harus gantung terus (permohonan grasi), sedangkan terpidana memainkannya dengan mengulur waktu pengajuan grasi,” ucapnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*