Breaking News

Disebut Anti Muslim, Kandidat Presiden Amerika Donald Trump Oke Ke Walikota London Sadiq Khan

Doland Trump Tidak Melarang Sadiq Khan Ke Amerika.

Kandidat Presiden Donald Trump yang sering mengeluarkan kata-kata kecaman keras dan kontroversial dalam kampanyenya, kini melunak.

Pengusaha sukses dan pionir program pertelevisian sukses dari Amerika Serikat ini dikenal agak rasis dan menyerukan anti Islam dalam banyak kampanyenya, terutama kebencian terhadap cara milisi Islamic State of Iraq and Syria atau kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) yang mendapat serangan kecaman Trump. Kandidat dari Partai Republik ini juga pernah menyerukan kebenciannya dengan melarang Orang muslim masuk ke Amerika.

Donald Trump yang popular dikenal dengan panggilan The Donald adalah raja bisnis
Amerika, tokoh acara televisi, seorang penulis, ketua dan presiden The Trump Organization dan pendiri Trump Entertainment Resorts.

Cara berbicara The Donald yang blak-blakan sering kali membuat banyak orang yang tersinggung. Upaya mencekal Donald Trump mulai melunak setelah perebutan kursi Walikota Lodon dimenangkan oleh orang Muslim. Sadiq Khan menjadi orang muslim yang pertama yang jabat sebagai walikota di ibukota Inggris.

The Donald, yang sempat melarang orang muslim masuk AS tetapi tidak untuk Khan. Menanggapi pernyataan Walikota London Sadiq Khan, dalam percakapan dengan Fox News Radio, Trump mengatakan bahwa larangan itu ‘sekadar saran’.

“Selalu ada pengecualian. Memimpin itu pakai contoh, Khan melakukan itu, dan kalau ia melakukan pekerjaannya dengan baik tentu itu sangat luar biasa,” kata Trump kepada New York Times.

Tidak hanya orang muslim yang mendapat hinaan dari Donald Trump, warga Meksiko juga tidak suka dengan pandangan politik konglomerat Amerika itu. Donald sempat menyatakan anti-imigran Meksiko sehingga telah memicu kemarahan di bagian selatan perbatasan Amerika.

Meksiko yang berbatasan darat langsung dengan Amerika Serikat memang berkepentingan dengan pandangan dan sikap Amerika Serikat soal imigran dan kaum Hispanik.

Kemarahan Warga Meksiko ditunjukkan dengan membakar patung yang menyerupai Donald Trump. Di wilayah La Merced, Mexico City, ratusan penduduk yang merayakan ritual paskah dengan bersuka cita menyerukan “kematian” dan sejumlah hinaan, saat mereka melihat terbakarnya sosok tiruan konglomerat perumahan itu.

Donald Trump bahkab pernah mengatakan akan mendirikan tembok di sepanjang perbatasan AS untuk mencegah imigran Ilegal dan penyeludupan Narkotika. Namun biaya pembangunan jembatan itu akan dibebankan kepada Meksiko.

Sementara itu, Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto mengatakan, ia tidak sudi membayar sepeserpun untuk pembangunan dinding ala The Donald. Trump bahkan telah menuduh Meksiko mengirimkan para pemerkosa dan pengedar narkotika di sepanjang perbatasan.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*