Breaking News

Diperiksa Di Polda, Artis Zaskia Gotik Minta Maaf Dan Bilang Tak Ada Niat Untuk Ngatain Garuda Pancasila Sebagai Bebek Nungging

Minta Maaf Dan Tak Niat Bilang Burung Garuda Pancasila Sebagai Bebek Nungging.

Artis penyanyi dangdut Zaskia Gotik menjalani pemeriksaan di Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait dengan kasus penghinaan lambang Negara.

Kuasa hukum Zaskia, Edi Ribut Harwanto yang datang mendampingi mengatakan, kliennya tidak ada niat untuk menghina lambang Negara.

“Perlu saya jelaskan di sini bahwa pertanyaan yang diajukan oleh host dalam acara di suatu acara televisi memang sengaja. Tadinya ingin menjawab hari kemerdekaan 17 Agustus, tetapi karena di situ adalah acara musik dan hiburan maka eneng berkewajiban sebagai talent untuk menghibur supaya membuat orang tertawa,” katanya.

Menurutnya, kata-kata yang diucapkan Zaskia dalam acara tersebut dikeluarkan secara spontan karena ada desakan dan sekaligus ingin menghibur para penonton.

“Perbuatanya emang bener tapi nggak ada niat untuk menghina. Yang kedua, terkait masalah bebek nungging itu jawaban secara spontanitas yang tidak dilakukan briefing dari stasiun TV. Eneng ditanya sila kelima lambangnya apa, itu buat neng Zaskia sebagai pertanyaan yang berat, di situ ada desakan ‘itik itik itik’ maka neng sampaikan begitu,” jelas Eddy.

Zaskia yang keluar dari Polda Metro Jaya usai dipesiksa sebagai saksi membawa sepucuk surat permintaan maaf yang ingin disampaikan kepada Presiden RI.

“Kepada Bapak Presiden Jokowi, saya Zaskia Gotik, warga negara Republik Indonesia, saya mau meminta maaf sebesar-besarnya atas kekeliruan saya menjawab lambang negara yang kurang sopan, saya mohon keadilan untuk saya sebagai warga negara Indonesia yang meminta maaf. Sekali lagi saya meminta maaf atas ketidakmampuan saya dan keterbatasan saya. Hormat saya Zaskia Gotik.” ungkapnya membacakan surat tersebut di Polda Metro Jaya, Rabu (30/3/2016).

Zaskia juga sebelumnya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, berharap agar seluruh masyarakat dan negara Indonesia dapat memaafkan kesalahannya tersebut.

“Karena dalam kasus ini yang dirugikan adalah negara walaupun Neng belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap bahwa Eneng bersalah. Tetapi dengan itikad baik, dan Eneng tidak ada niat jahat untuk itu. Ketika masyarakat mendesak untuk minta maaf, ya Eneng minta maaf dengan penuh keikhlasan,” katanya.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*