Breaking News

Dinilai Berhasil Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Presiden Jokowi Puji Menteri LHK Siti Nurbaya

Dinilai Berhasil Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Presiden Jokowi Puji Menteri LHK Siti Nurbaya.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memberi pujian kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Pujian tersebut diberikan atas kinerja Menteri LHK dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan. Pujian itu disampaikan Presiden pada puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) di Pantai Waisai Torang Cinta, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat 22 Desember 2017.

 

Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana dan para Menteri. Presiden Jokowi kembali memperkenalkan satu persatu profil dan capaian kerja para ‘Srikandi’ di kabinetnya, pada ribuan masyarakat yang hadir dalam acara PHI tersebut.

 

“Ini Menteri perempuan yang menjaga sumber daya alam dan yang berhasil mengatasi kebakaran hutan dan lahan secara drastis dalam dua tahun ini,” kata Presiden sambil menunjuk ke arah Menteri LHK Siti Nurbaya.

Dalam kesempatan yang sama juga diperkenalkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Puan Maharani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Yembise, Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

 

Dalam puncak PHI ke-89 tahun, Menteri LHK Siti Nurbaya membawakan sebait puisi sarat pesan tentang pentingnya peran Ibu dalam menjaga lingkungan.

 

“Jadilah Ibu yang memelihara, menata, serta mengajarkan menciptakan lingkungan yang nyaman demi kelestarian, dan untuk kesejahteraan Bangsa,” begitu bait puisi yang dibawakan Menteri Siti.

 

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun 2017 di Indonesia, memang jauh menurun bila dibandingkan dengan tahun 2015 dan 2016 lalu. Setelah hampir dua dekade rutin merasakan bencana Karhutla, akhirnya jutaan rakyat bisa bebas menghirup udara bersih, dan ekosistem lingkungan kian terjaga baik.

 

Pada Rakernas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan beberapa waktu lalu, Menteri LHK Siti Nurbaya mengungkapkan berdasarkan Satelit NOAA 19 terdeteksi hotspot sebanyak 2.565 atau turun sebesar 32,55 % dibandingkan tahun 2016. Untuk satelit Terra/Aqua terdeteksi hotspot sebanyak 2.371 atau turun sebesar 38,08 % dibandingkan tahun 2016.

 

Luasan kebakaran hutan dan lahan pada periode akhir Oktober 2017 sebesar 150.457 Ha, turun sebesar 94,24% dibandingkan tahun 2015 dan sebesar 65,68% dibandingkan tahun 2016.

 

Selain koordinasi terpadu dari pusat hingga daerah, keberhasilan Indonesia menangani Karhutla juga hasil lahirnya kebijakan-kebijakan tegas pro lingkungan pemerintah di era Presiden Jokowi, salah satunya PP Perlindungan Gambut. Selain itu juga diberlakukan penegakan hukum yang tegas, baik pidana maupun perdata, berlaku juga bagi kalangan korporasi yang terbukti berbisnis dengan melanggar aturan.

 

“Menghadapi tahun 2018, penanganan Karhutla tetap dihadapkan pada banyak tantangan. Untuk itu kita perlu bekerja bersama-sama mengoptimalkan upaya pencegahan Karhutla melalui peningkatan peran para pihak termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat,” ucap Menteri Siti.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*