Breaking News

Diluncurkan Ketua DPR Bambang Soesatyo, Konsep Toserba Ardindo Mart Tak Akan Matikan Warung Rakyat

Dorong Kerjasama Pedagang Kecil dan UMKM

Diluncurkan Ketua DPR Bambang Soesatyo, Konsep Toserba Ardindo Mart Tak Akan Matikan Warung Rakyat.

Aktivitas dan pengembangan pedagang kecil dan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) harus terus didorong lebih maju.

Munculnya Toko Serba Ada (Toserba) Ardindo Mart, merupakan sinergisitas para pedagang warung, pedagang kecil dan UMKM. Karena itu, langkah ini perlu didukung.

Ketua Hubungan Antar Lembaga Badan Pengurus Pusat Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO) Siswaryudi Heru menuturkan, pedagang warung harus tetap mengembangkan usahanya agar terus eksis dan melayani kebutuhan masyarakat menengah ke bawah.

“Ardindo Mart adalah konsep yang bersinergis dengan pedagang warung, pedagang kecil dan UMKM. Ardindo Mart berbeda dengan retail atau minimart lainnya, sebab Ardindo Mart tidak mau bersaing harga dengan harga warung terdekat,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Dia pun menekankan, pengembangan pedagangan kecil dan UMKM dalam melalui skema kerja sama akan terus dilakukan. “Selain terdapat pelayanan amal, Ardindo Mart juga menjalin kerjasama dengan para pedagang warung, pedagang kecil dan UMKM agar bersama-sama maju,” ujar Siswaryudi Heru.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) meresmikan toko serba ada dengan konsep Berbelanja Sambil Beramal bernama Ardindo Mart. Bamsoet mengatakan 2,5 persen penghasilan dari toserba ini akan disumbangkan untuk kegiatan amal.

“Ardindo Mart menjual barang dengan harga terjangkau, lebih murah dibanding ritel lainnya. Walaupun keuntungan yang diambil tidak besar, Ardindo Mart tetap menyisihkan 2,5 persen untuk kegiatan amal membantu saudara-saudara sebangsa yang membutuhkan,” jelas Bamsoet, Jumat (16/11/2018).

Bamsoet yang adalah Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO) ini mengatakan, kehadiran toserba ini tidak akan menyaingi toko-toko kecil. Malahan, Ardindo Mart diminta untuk mendorong pengembangan pedagangan kecil dan UMKM dalam melalui skema kerja sama.

“Sebagai toko serba ada yang modern, kehadiran Ardindo Mart tidak boleh mematikan pedagang kelontong maupun perdagangan rakyat dalam skala kecil. Justru Ardindo Mart akan membantu mendorong pengembangan pedagang eceran maupun UMKM dengan semangat kolaborasi, gotong royong dan kekeluargaan,” ujarnya.

Bamsoet menambahkan, para pelaku UMKM yang ingin menjadi mitra Ardindo Mart tidak dikenakan listing fee (biaya awal yang harus dibayar pemasok pada swalayan/peritel yang bersedia menjual produk). Menurutnya, kehadiran toserba ini bukan hanya sekadar mencari keuntungan, melainkan bisa memberdayakan masyarakat.

Ke depan, Ardindo Mart akan bekerja sama dengan pesantren, masjid, kampus, sekolah, serta pihak lainnya untuk membuka gerai dengan biaya terjangkau.

“Sebagaimana yang dikatakan Presiden Joko Widodo, Bangsa Indonesia harus hijrah dari individualistik menjadi kolaborasi. Semangat kolaborasi inilah yang ingin dibawa Ardindo Mart dalam mendorong tumbuh kembangnya UMKM. Dengan demikian secara langsung maupun tak langsung, Ardindo Mart telah membantu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan ekonomi nasional,” terang Bamsoet.

Sebagai Ketua Umum ARDINDO, Bamsoet juga meminta agar Ardindo Mart melakukan transformasi dengan menyesuaikan kebutuhan zaman seperti merambah dunia digital.

“Sebagai kegiatan usaha yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya, Ardindo Mart tidak boleh berpuas diri hanya dengan membuka toko secara fisik saja. Melainkan juga harus merambah ke dunia digital. Era Revolusi Industri 4.0 tak boleh dinafikan, namun harus diolah menjadi peluang. ARDINDO MART harus siap juga melayani pesanan melalui digital dalam hitungan menit barang sudah terkirim,” jelasnya.

Toserba Ardindo Mart diresmikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (16/11/2018). Hadir dalam acara ini antara lain Sekjen ARDINDO Herman Heru Suprobo, Bendahara Umum ARDINDO Erwin Kurniawan, Ketua Hubungan Antar Lembaga Badan Pengurus Pusat Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO) Siswaryudi Heru, Waketum ARDINDO Irawadi Hanafi, Ikang Fauzi dan Toha MS, Wabendum ARDINDO Suprayogie Soepaat serta sejumlah pengurus ARDINDO pusat dan daerah.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*