Breaking News

Dilarang Nginap di Trotoar Depan Istana Negara, Aksi Buruh PT Pelindo I Ditampung di DPP SBSI

Dilarang Nginap di Trotoar Depan Istana Negara, Aksi Buruh PT Pelindo I Ditampung di DPP SBSI.

Hari Keenam bertahan di depan Istana Negara, para buruh PT Pelindo I belawan yang melakukan aksi mulai diintimidasi.

 

Dua hari menginap di tenda petugas polisi di sekitar Monas, di trotoar dan halte bus seberang Istana Presiden, ratusan buruh PT Pelindo I Belawan yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu belum juga mendapat perhatian dari Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo.

 

Sabtu (04/03/2017), petugas kepolisian yang berjaga di sekitar Istana Negara mulai gerah, dan perlahan meminta para buruh untuk pergi meninggalkan lokasi aksi.

 

Menurut pengakuan Joko Pramomo, salah seorang buruh PT Pelindo I yang turut aksi menyampaikan, aparat kepolisian sudah tidak mengizinkan para buruh menginap di sekitar Istana Negara.

 

“Kami sudah disuruh pindah, sudah tidak boleh katanya tidur di depan Istana. Di luar sudah tak boleh, di dalam Monas juga tak boleh,” ujar Joko, saat ditemui di Kantor Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Jalan Tanah Tinggi II, Johar Baru, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu malam (04/03/2017).

 

Dikarenakan sudah tidak diijinkan bertahan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, maka para buruh pun diarahkan ke Kantor Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Jalan Tanah Tinggi II, Johar Baru, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

 

“Kami menginap di DPP SBSI ini saja sementara,” ujarnya.

 

Pantauan di Kantor Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Jalan Tanah Tinggi II, Johar Baru, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Sekjen DPP SBSI Andi Naja FP Paraga, Pengurus DPP SBSI Sriningtun, Humas Nando dan kawan-kawan DPP menerima para buruh dengan baik. Para buruh memanfaatkan sejumlah ruangan untuk beristirahat. Mereka juga berkesempatan mandi dan membersihkan badan.

 

“Selanjutnya, kami masih menunggu arahan selanjutnya,” ujar Joko.

 

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Prof Dr Muchtar Pakpahan menyampaikan, aksi buruh akan terus berlanjut. Dan akan tetap mengupayakan bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan dan meminta langsung agar persoalan buruh diselesaikan.

 

“Kita akan bertahan dan lanjutkan aksi, sampai Bapak Presiden Jokowi bersedia menerima buruh,” ujar Muchtar Pakpahan.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*