Breaking News

Dihajar Gempa Dahsyat Berkali-kali, Jokowi Kok Belum Tetapkan Status Lombok Sebagai Bencana Nasional

Dihajar Gempa Dahsyat Berkali-kali, Jokowi Kok Belum Tetapkan Status Lombok Sebagai Bencana Nasional.

Presiden Joko Widodo didesak segera menetapkan bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Bencana Nasional.

Hal itu didesakkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun. Dia menyatakan, dalam sebulan terkahir sudah berkali-kali Lombok dihajar gempa bumi dahsyat, sudah meluluhlantakkan semua peradaban di wilayah itu, namun Jokowi tidak juga menetapkan wilayah itu sebagai Bencana Nasional.

“Pemerintah Pusat, Presiden Jokowi harus segera menetapkan bencana Gempa di Lombok sebagai Bencana Nasional. Sudah berkali-kali dihajar gempa dahsyat kok Pemerintah tidak kunjung menetapkan sebagai Bencana Nasional,” ujar Ali Mahsun, Senin (20/08/2018).

Pada Minggu, 19 Agustus 2018, terjadi lagi gempa menghantam Lombok. Gempa itu kembali terjadi dengan kekuatan 6,5 Skala Richter (SK) dan 7,0 SR. Tidak kurang dari 814 kali gempa di Lombok NTB sejak 29 Juli 2018.

“Setiap hari ditemukan korban meninggal dunia. Laporan hingga saat ini sudah lebih 460 korban meninggal dan ribuan luka berat. Ada pengungsi lebih dari 340 ribu dan setiap jengkal tanah yang aman digunakan untuk tempat pengungsi,” ujar Ali.

Bahkan, puluhan ribu bangunan, seperti tempat ibadah masjid, rumah dan bangunan lainnya, hancur atau rusak parah.

Selain itu, Ali mengatakan, penderitaan masyarakat Lombok NTB semakin hari semakin berat dimana bantuan makanan dan minuman seperti susu dan air bersih, tenda dan alas tidur, pakaian anak-anak dan selimut, obat-obatan masih sangat terbatas.

“Dan stoknya makin menipis. Hingga saat ini, korban gempa Lombok lebih andalkan para relawan yang kapasitasnya sangat terbatas,” ujar Ali.

Di tengah penderitaan korban gempa Lombok yang semakin berat, kata dia, kok seakan terabaikan oleh para elit politik dan pemimpin republik yang tersibukkan pencitraan dan euphoria  Pilpres RI 2019.

“Nasib dan masa depan rakyat Indonesia, terutama korban gempa Lombok tidak terpikirkan sama sekali,” katanya.

Ali pun mendesak Presisen Jokowi segera menetapkan Gempa Lombok sebagai Bencana Nasional. “Sehingga penanganan korban gempa, rehabiltasi tempat ibadah dan infrastruktur, serta pemulihan ekonomi rakyat bisa dilakukan dengan cepat, terukur, integratif dan maksimal,” tuturnya.

Bagi masyarakat di Lombok, lanjut dia, tidak membutuhkan euphoria  dan pencitraan Capres Cawapres RI 2019.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah Negara hadir segera menangani bencana itu,” ujarnya.

Untuk sekedar meringankan beban penderitaan korban gempa Lombok, Ali pun memerintahkan Kordinator Nasional (Kornas) APKLI Peduli Gempa Lombol NTB, Abdul Majid dan Waketum DPP APKLI membuka posko dan menggalang bantuan dana dan material.

“Hendaknya kita semua, terutama jajaran pemerintahan segera melakukan hal yang sama,” katanya.

Dalam waktu dekat, lanjut Ali, APKLI akan lakukan Konser Amal Peduli Korban Gempa Lombok di Jakarta. Rencananya akan digelar pada 27-29 Agustus 2018. Dia juga menyampaikan, bersama rombongan turun ke Lombok NTB untuk melihat secara langsung korban gempa Lombok dan menyampaikan bantuan untuk mereka.

“Bersama ini pula, saya menghimbau kepada segenap rakyat dan bangsa Indonesia untuk bersama-sama membantu dan mendoakan saudara saudara kita korban gempa Lombok lekas keluar dari ujian berat ini,” pungkas Ali.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*