Breaking News

Digerebek Tanpa Alasan Jelas, Penghuni Apartemen Adukan Puluhan Polisi ke Komisi III DPR

Digerebek Tanpa Alasan Jelas, Penghuni Apartemen Adukan Puluhan Polisi ke Komisi III DPR.

Penghuni apartemen One Pacific Place (OPP), lantai 30 No.ET 3 O-A Blok EAST, SCBD Jalan Jenderal Sudirman Kav.52-53 mengadu ke Komisi III DPR RI lantaran diperlakukan bagai penjahat oleh puluhan anggota Kepolisian yang melakukan penggerebekan.

 

Tindakan aparat kepolisian itu dianggap sewenang-wenang dan dengan entengnya mengkriminalisasi warga tanpa adanya alasan yang jelas.

 

Arif Hutami and Partners akhirnya mendatangi dan menyerahkan pengaduan ke Komisi Hukum DPR.

 

“Kami mengadukan nasib klien kami. Kasus perdata yang dipidanakan ini memang sejak awal janggal,” ujar Arif, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/01/2018).

 

Dia mengatakan, entah motivasi apa yang mendorong aparat kepolisian memaksa kliennya harus dijadikan tersangka. Proses hukum yang semena-mena ini harus diungkap dan diusut sampai tuntas.

 

“Dalam proses dua bulan, laporan polisi, klien kami langsung tersangka. Kita harap ada gelar perkara terbuka dalam kasus ini dan kita masih upaya praperadilan terhadap status tersangka ini,” ujar Arif usai menyerahkan laporan.

 

Lebih lanjut dijelaskannya, kliennya mengalami trauma dan ketakutan karena perbuatan tidak manusiawi dari aparat kepolisian itu.

 

“Sampai saat ini klien kami ketakutan, jadi sekarang berada di luar negeri. Langkah kedepan kami akan minta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang sebelumnya kami juga sudah menyurati Presiden, Kapolri, Komnas HAM, Pengadilan dan lainnya,” papar Arif.

 

Dia mengungkapkan, sebelumnya puluhan polisi bersenjata lengkap melakukan penggerebekan di apartemen One Pacific Place (OPP), lantai 30 No.ET 3 O-A Blok EAST, SCBD Jl. Jenderal Sudirman Kav.52-53 yang disewa kliennya, tanpa surat dari Pengadilan, hingga mengosongkan paksa isi apartemen.

 

“Seolah-olah klien kami ini adalah seorang teroris, sehingga puluhan polisi dikerahkan,” pungkasnya.

 

Di Komisi III DPR, laporan Arif Utami diterima oleh anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. Masinton menyampaikan, pihaknya akan mendalami laporan itu, untuk selanjutnya akan dimintai keterangan dari pihak-pihak yang terkait.

 

“Iya, saya terima. Saya pelajari terlebih dahulu ya,” ujar Masinton Pasaribu.

 

Sementara itu Anggota Komisi III lainnya, T.B Soemandjaja mengatakan, dalam kasus ini perlu dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.

 

“Seharusnya bisa dimediasi terlebih dahulu, dan melihat isi surat perjanjian seperti apa, sesuai kesepakatan bersama. Ini kan persoalan perdata, kalau sudah masuk diadukan ke pengadilan maka ikuti proses melalui pengadilan,” ujar Soemandjaja.

 

Sehingga menurut politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), perkara tidak perlu melibatkan alat negara.

 

“Tapi ada baiknya sudah dilakukan upaya mediasi antara kedua belah pihak, baik itu pemilik apartemen dan penyewa. Jadi bukan urusan negara, polisi diperintah sesuai surat dari pengadilan, itu yang sesuai undang-undang,” tegasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*