Breaking News

Diduga Dibacok Oleh Ekstrimis Islam, Pemimpin Muslim Bangladesh Ditemukan Jadi Mayat Di Kebun Mangga

Di Bangladesh banyak terjadi pembunuhan karena perbedaan aliran agama.

Seorang pemimpin Muslim ditemukan tewas besimbah darah di kota Rajshahi, Bangladesh. Menurut polisi setempat, pria tersebut dibacok sampai mati. Pembacokan diduga dilakukan para ekstrimis Islam.

Jasad Pemimpin Muslim Bangladesh bernama Mohammad Shahidullah (65) itu pertama kali ditemukan oleh warga di sebuah perkebunan mangga yang dipenuhi dengan genangan darah.

Seperti yang dilansir BBC Sabtu (7/5/2016), menurut polisis setempat, pembunuhan itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran kekerasan yang dilakukan terhadap para kelompok agama minoritas.

Beberapa tahun terakhir, penyerangan sering terjadi terhadap beberapa orang termasuk sekularis, blogger dan akademisi.

Lebih dari 20 orang telah dibunuh yang diduga dilakukan oleh kelompok Militan Islam terhadap para agama minoritas. Kelompok Sufisme sudah mulai populer di pedesaan Bangladesh, tetapi kelompok tersebut dianggap menyimpang karena dianggap mistisisme oleh negara yang berpenduduk mayoritas Muslim Sunni.

Polisi belum bisa memastikan siapa pelaku pembunuhan tersebut, namun, dugaan sementara pembunuhan ini dilakukan oleh para kelompok ekstrimis Islam. Sebelumnya, seorang profesor liberal juga tewas dengan cara yang sama pada bulan lalu di kota tersebut.

Banyak pihak menyebutkan insiden tersebut dilakuakna oleh milisi yang menginginkan Negara Islam, namun, polisi belum bisa memastikan hal tersebut. Diduga kelompok ekstremis Islam melakukan banyak serangan di negara itu, tetapi pihak berwenang menolak menuding kelompok yang aktif di negara ini.

Ansar al-Islam, sebuah kelompok militan Bangladesh yang mempunyai hubungan dengan kelompok al-Qaeda, juga telah menyatakan telah melakukan beberapa pembunuhan.

Pemerintah membantah belum belum mengambil tindakan untuk menghentikan aksi-aksi pembunuhan tersebut dan menyalahkan segala serangan di partai oposisi atau kelompok-kelompok Islam lokal.

Kemudian partai-partai oposisi menolak klaim tersebut dengan memberikan kecaman karena tidak mampu mencegah kekerasan atau membawa pelaku ke pengadilan.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*