Breaking News

Diduga Bekingi Pelacuran Terselubung & Perdagangan Perempuan di Kawasan Elit Kota Wisata Cibubur, Komplotan Oknum Polisi, Pejabat, Pengusaha & Pengacaranya Dilaporkan

Diduga Bekingi Pelacuran Terselubung & Perdagangan Perempuan di Kawasan Elit Kota Wisata Cibubur, Komplotan Oknum Polisi, Pejabat, Pengusaha & Pengacaranya Dilaporkan. (Gambar: Yuk’s Massage and Longue (YM) di Ruko Sentra Blok B14, Jalan Boulevard, Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, milik Marudut Dwi Bildman Purba).

Kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian sebagai instrumen penegak hukum kian hancur lebur. Upaya penegakan hukum yang adil pun kian tercoreng moreng di Republik Indonesia ini.

Baru-baru ini, terungkap lagi adanya oknum anggota polisi yang diduga berkomplot dengan pejabat terkait bersama pengusaha dan pengacaranya, yang beroperasi menjalankan prostitusi atau pelacuran terselubung dan perdagangan perempuan di Kawasan Permukiman Elit, Kota Wisata Cibubur, Kabupaten Bogor.

Awalnya, dugaan komplotan ini beroperasi terungkap ketika Pengacara Rakyat Charles Hutahaean dimintai tolong oleh delapan orang perempuan muda belia yang ditangkap dan ditahan di Panti Sosial Karya Wanita Mulia Jaya, Dinas Sosial Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kedelapan orang perempuan belia ini bekerja sebagai terapis sekaligus diminta melayani nafsu seks laki-laki sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Yuk’s Massage and Longue (YM).

Charles mengungkapkan, kedelapan terapis itu meminta agar ditolong karena diperlakukan dengan penuh intimidasi dan di-kambinghitamkan atas proses razia yang dilakukan oleh anggota Kepolisian dari Kepolisian Resort (Polres) Cibinong, Kabupaten Bogor.

Pada Selasa malam, 24 Juli 2018, razia dilakukan oknum polisi dari Polres Cibinong Bogor. Diduga razia itu untuk meminta setoran dari para pengusaha hiburan, panti pijat dan juga prostitusi terselubung yang berada di Wilayah Bogor, Jawa Barat.

Malam itu, razia dilakukan di Ruko Sentra Blok B14, Jalan Boulevard, Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sebanyak 8 orang perempuan muda belia yang disuruh bekerja sebagai terapis, diangkut ke Kantor Polres Cibinong Bogor.

Kedelapan perempuan belia yang rata-rata berusia 18 hingga 24 tahun itu dipekerjakan oleh seorang pengusaha bernama Marudut Dwi Bildman Purba Purba alias Papi Marudut di sebuah ruko yang menjadi tempat hiburan, yakni Yuk’s Massage and Longue (YM).

“Ternyata bukan hanya kedelapan orang itu yang diangkut. Masih ada 20 orang lagi yang diangkut dari Kawasan Sentul. Perlu juga di sampaikan, sedangkan di Ruko Centra Eropa, Kawasan Kota Wisata Cibubur itu masih ada sekitar 7 ruko lagi yang mengoperasikan bisnis sejenis seperti yang dilakukan di Yuk’s Massage and Longue. Namun, hanya 8 orang yang diangkut, sedang dari tempat lainnya itu tidak ada yang diangkut,” tutur Charles Hutahaean, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (15/08/2018).

Para terapis yang juga dijadikan PSK itu diperiksa di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. Hari itu, penyidik Iptu Irrine Kania Defi beserta penyidik pendamping Bripda Junia Pangesti yang melakukan pemeriksaan kepada mereka.

Charles menjelaskan, pada keesokan harinya, yakni Rabu siang 25 Juli 2018,  para terapis itu dititipkan di Panti Sosial Karya Wanita Mulia Jaya, Dinas Sosial Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Hari ini sudah memasuki hari ke 20, mereka ditahan di Panti itu, tanpa kejelasan nasib. Malah, mereka ada yang diintimidasi oleh oknum penyidik kepolisian, dan ditakut-takuti akan diproses hukum, dipenjarakan,” ujar Charles.

Pemilik Yuk’s Massage and Longue (YM) Marudut Dwi Bildman Purba Purba alias Papi bebas melenggang, tanpa proses hukum. Bahkan, melalui pengacaranya, Sumihar J Simatupang, sejumlah terapis diancam dan diintimidasi agar tidak buka mulut.

Pada Jumat 28 Juli 2018, Pemilik Yuk’s Massage and Longue (YM) Marudut Dwi Bildman Purba  ditetapkan sebagai terlapor, atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dugaan usaha pelacuran terselubung di Kawasan Elit Kota Wisata Cibubur itu.

Charles mengungkapkan, ada 8 usaha panti pijat di sekitar Ruko Sentra Blok B14, Jalan Boulevard, Kota Wisata itu. Selain Yuk’s Massage and Longue (YM)  milik Marudut Dwi Bildman Purba, tujuh panti pijat lainnya yakni SKY Massage, Salsa Massage, Kuy Kuy Massage, Flower Massage, East Massage, Ambience Massage dan Queen Massage.

Yang agak mengherankan, lanjut Charles, permukiman elit sekelas Kota Wisata Cibubur itu kok ternyata bisa mengoperasikan ruko yang diduga terjadinya praktik TPPO dan pelacuran terselubung. Charles pun mempertanyakan pejabat terkait, yakni yang memberikan perizinan terkait usaha seperti itu di Kota Wisata.

Selain menimbulkan keresahan bagi warga penghuni, menurut dia, lokalisasi berkedok panti pijat itu juga disinyalir dijadikan tempat transaksi kejahatan-kejahatan lainnya.

“Saya menduga, hal-hal yang yang enggak benar lainnya, yang melanggar hukum pun terjadi juga di sana. Itu harus diusut dan diungkap semua,” tuturnya.

Charles juga mempertanyakan pihak pengelola Kawasan Kopta Wisata Cibubur, yang secara abai, bahkan disengaja membiarkan dan atau mengijinkan adanya lokalisasi terselubung di hunian yang konon juga diisi kalangan jet-set dan pejabat-pejabat di Ibukota itu.

“Tidak mungkinlah pihak pengelola tidak tahu akan hal ini kan? Saya menduga, mereka selama ini tahu, bahkan mungkin membiarkan begitu saja. Bisa juga telah berkomplot dengan sejumlah oknum aparat dan atau pejabat terkait,” ujarnya.

Oleh karena itulah, Charles Hutahaean yang merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Edukasi dan Advokasi Masyarakat Indonesia (LBH Lekasia) ini menjelaskan, dia bersama tim lawyer-nya akan melaporkan pihak-pihak yang berkomplot dalam perkara ini.

“Ada oknum polisi, ada pejabat terkait seperti pejabat yang mengeluarkan perizinan di lokasi itu, ada pihak pengelola Kawasan Kota Wisata Cibubur, pengusaha dan pemilik YM Marudut Purba, dan pengacaranya Sumihar Simatupang karena menghalang-halangi proses hukum dan malah berkomplot hendak menjebak para korban. Mereka itu semua akan kami laporkan,” tutur Charles.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*