Breaking News

Dicari-Cari Enam Bulan, Pengacara Buronan Kejati Kepri Diciduk di SCBD Jakarta

Dicari-Cari Enam Bulan, Pengacara Buronan Kejati Kepri Diciduk di SCBD Jakarta.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Sarjono Turin menyampaikan, pengacara yang buron selama enam bulan karena terlibat kasus pidana penyelewengan dana premi asuransi di Kepulauan Riau, sudah diciduk anggota Tim Adhiyaksa Monitoring Centre (AMC) dari Kejaksaan Tinggi Kepualauan Riau, di Jakarta.

 

“Oknum pengacara itu sudah ditangkap tadi di daerah SCBD, setelah buron hampir enam bulan ini. Demikian juga oknum jaksa yang bermain di dalam persoalan ini. Dia sudah ditangkap, dipenjara dan sedang proses hukum,” tutur Sarjono Turin, kepada wartawan di sekitar Kompleks Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Rabu (20/12/2017).

 

Sejauh ini, lanjut dia, proses pengejaran dan pengusutan perkara yang terjadi di Kepulauan Riau itu sampai ke Jakarta.

 

“Tadi Aspidsusnya koordinasi ke kita di sini. Dan besok, penyidik juga ada penyitaan sejumlah asset si oknum pengacara, seperti rumah dan lain-lainnya, di Jakarta,” ujar Sarjono Turin.

 

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau menetapkan Advokat Mohammad Nashihan sebagai tersangka, bersama Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau yang disebut berkolaborasi dengan pengacara itu dalam kasus ini.

 

Perkara Nashihan bermula dari sengketa Perdata Pemkot Batam dengan PT BAJ terkait besaran premi yang harus dikembalikan kepada pegawai pemkot setelah Pemkot Batam membatalkan kerjasama dengan BAJ. Pemkot Batam diwakili jaksa pengacara negara (JPN) M Syafei dari Kejaksaan Negeri Batam. Sedangkan BAJ diwakili kuasa hukumnya Nashihan.

 

Dalam proses mediasi itu, dua pihak kemudian sepakat untuk sementara sebanyak Rp55 miliar uang premi dikembalikan kepada pegawai. Uang itu lalu disimpan di rekening bersama kuasa hukum BAJ dan JPN.

 

Penyimpanan uang itu dipandang sebagai tindak pidana. Nashihan dan Syafei lalu dijadikan tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

 

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kajati Kepri) Yunan Harjaka menegaskan, apa yang dilakukan tim penyidik Kejati Kepri dalam perkara ini semua sudah sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

 

“Tidak ada masalah dalam proses penyidikan dan penetapan status tersangka,” ujar Yunan Harjaka.

 

Dia juga memastikan, uang yang disebut dikelola Asuransi Bumi Asri Jaya atau BAJ itu adalah uang negara, sehingga Jaksa berhak melakukan penyidikan atas dugaan Tindak Pidana Korupsi berdasarkan fakta-fakta dan bukti yang dimiliki Jaksa sebagai Pengacara Negara.

 

“Mengenai Uang Negara atau bukan, itu adalah uang negara sesuai keterangan saksi dari pihak Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Yunan.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*