Breaking News

Dibombardir Serangan Udara Amerika, Pemimpin Senior Milisi Negara Islam Irak Abu Wahib Tewas

Abu Wahib tewas dalam serangan udara militer Amerika.

Seorang Pemimpin Senior dari Kelompok Militan Negara Islam di Irak dan Levant di Anbar, dikabarkan telah tewas dalam serangan udara Amerika Serikat pada 6 Mei 2016 lalu. Shaqir Wahib al Fadhawi alias Abu Wahib, merupakan pria yang pernah membunuh tiga supir truk pada tahun 2013 di Irak.

Seperti yang dilansir dari SKY NEWS, Senin (9/5/2016), Juru Bicara Pentagon mengatakan, serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat tersebut memang menargetkan salah satu pemimpin perang Kelompok militan Negara Isalam di Irak.

“Ditargetkan Abu Wahib, emir militer ISIL untuk Provinsi Anbar dan mantan anggota Al Qaeda di Irak yang telah muncul dalam ISIL video eksekusi,” kata Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook.

Serangan yang dilakukan AS tersebut dikabarkan mengenai sebuah kedaraan yang di dalamnya merupakan orang-orang bagian dari kelompok militan Negara Islam yang salah satunya Abu Wahib.

Menurutnya, Wahib merupakan mantan anggota Al-Qaeda di Irak yang merilis sebuah video pada tahun 2013 lalu, yang mengeksekusi tiga supir dari Suriah yang saat itu melintas dari Irak dan menjadi korban kekejaman mereka.

“Kami melihat dia sebagai pemimpin yang signifikan dalam kepemimpinan ISIL keseluruhan, bukan hanya di Provinsi Anbar,” tambah Mr Masak. “Menghapus dia dari medan perang akan menjadi langkah maju yang signifikan.”

Abu Wahib mengeksekusi ketiga supir truk tersebut karena tidak berhasil membuktikan membuktikan bahwa mereka beraga Islam.

Selain itu, Kepala Intelijen Polisi Provinsi Anbar Kolonel Yassin Dwaij mengatakan, Abu Wahib merupakan pemimpin yang licik dan berbahaya, dia melakukan pembunuhan tanpa memakai penutup wajah.

“Dia adalah berbahaya dan licik. Dia adalah satu-satunya orang yang membunuh tanpa menutupi wajahnya, dan bekerja pada mendeklarasikan negara Islam,” ujarnya seperti yang diberitakan SKY NEWS.

Pemimpin Senior Militan Negara Islam itu juga ditetapkan sebagai pelaku penculikan terhadap 16 polisi di sepanjang jalan raya Irak-Yordania di Anbar pada bulan Mei 2013 lalu. Dalam kejadian tersebut dikabarkan 12 orang meninggal dan empat lainnya luka-luka.

Shaqir Wahib al Fadhawi alias Abu Wahib bergabung dengan kelompok terorisme semasa belajar ilmu komputer di University of Anbar pada tahun 2006. Kemudian dia ditangkap karena mempunyai hubungan dengan kelompok Al Qaeda yang kemudian ditahan oleh pasukan AS di Camp Bucca di Irak Selatan sampai pada tahun 2009. Dia dijatuhi hukuman mati dan dipidahkan ke sebuah penjara pusat di Tikrit Provinsi Saladin.

Abu Wahib diduga berhasil melarikan diri pada saat terjadi kerusuhan di penjara yang dilakukan Pimpinan Al Qaeda. Dia bersama 109 ekstremis lainnya diduga melarikan diri dan kembali bergabung ke kelompok mereka.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*