Breaking News

Dibombardir Serangan Israel, Komandan Senior Militer Hizbullah Tewas

Komandan Militer Senior Pasukan Huzbullah, Mustafa Badreddine tewas dalam ledakan serangan pasukan Israel di dekat Bandar Damaskus, Suriah.

Salah seorang senior Komandan Militer Pasukan Huzbullah, Mustafa Badreddine diberitakan telah tewas dalam ledakan serangan pasukan Israel di dekat Bandar Damaskus, Suriah.

Pria berusia 55 tahun itu tewas ketika dihantam bom yang dijatuhkan pasukan Israel dalam penyerangan yang menargetkan salah satu basis pasukan Kelompok Militan Syiah.

Mustafa Badreddine merupakan Komandan yang memimpin intervensi kelompok militan dalam mendukung Presiden Bashar al-Assad. Kelompok ini dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Israel, Kanada, dan Australia.

Seperti yang dilansir dari stasiun TV Lebanon al-Mayadeen (13/5/2016), Hizbullah mengumumkan bahwa upacara pemakaman pemimpin martir Mustafa akan berlangsung sore hari di daerah Ghubairi di pinggiran Selatan Beirut.

“Setelah seumur hidup jihad,” ujar anggota keluarga dan ahli bedah Zulfikar. Hizbullah juga telah pernyataan resminya atas kematian salah seorang komandan senior mereka itu.

Israel telah dituduh oleh Hizbullah membunuh sejumlah pejuang di Suriah sejak konflik dimulai. Kelompok itu bangun dari pendudukan Israel dari Libanon pada awal 1980-an, dan telah menyerukan “kemusnahan” Israel.

Badreddine dikenal karena mendalangi operasi militer melawan Israel dari Lebanon dan luar negeri. Ia pernah dijuluki oleh jaksa Pengadilan Kriminal Internasional sebagai “hantu tidak bisa dilacak”.

Komandan militan senior Hizbullah tersebut merupakan salah satu dari empat tokoh dari organisasi yang dituduh melakukan pembunuhan terhadap Rafic Hariri, mantan perdana menteri Lebanon, pada bulan Februari 2005 silam.

Badreddine juga diduga terlibat dalam pengeboman di Amerika Serikat pada 1983, dan kedutaan Perancis di Kuwait. Dia pun dinyatakan akan dijatuhi hukuman mati. Namun dia melarikan diri dari penjara setelah pasukan Irak Saddam Hussein menyerang negara itu pada tahun 1990.

Hizbullah, yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh AS, telah sangat aktif di Suriah membantu perang Assad melawan pemberontak masyarakat Sunni.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*