Breaking News

Dianggap Semakin Tak Menarik, GMNI Bekasi Gelar Sosialisasi Pancasila

GMNI Bekasi kembali ingin membumikan Pancasila.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi menggelar serangkaian kegiatan untuk mensosialisasikan Pancasila kepada kalangan kaum muda. Selama ini, kalangan muda dianggap sudah tidak tertarik dengan Dasar Negara Pancasila, dan bahkan sejumlah kegiatan yang bertemakan Pancasila dianggap usang dan tak menarik.

Dalam rangkaian penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila, serta masih dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI Bekasi) menggelar sejumlah agenda bertajuk Roadshow Pancasila, Pancasila back to Scholl, Campus & Mosque, dengan tema Membumikan Pancasila di Tanah Kota Patriot yang diselenggarakan dari 2 Juni 2016 hingga 18 Juni 2016.

Ketua DPC PA GMNI Bekasi Lukman Hakim menyampaikan, semua pihak kini miris menyaksikan perilaku kaum muda saat ini yang tidak tertarik untuk mendalami Pancasila.

Menurut dia, saat ini generasi muda malas kalau diajak menghadiri sosialisasi Pancasila.

“Ini bukti Pancasila sebagai ideologi bangsa mulai luntur. Padahal seharusnya Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak boleh tergerus oleh ideologi apapun, kalau NKRI ini mau tetap tegak kokoh dan kuat,” ujar Lukman.

Untuk mencegah dan menjaga Pancasila tidak terkontaminasi oleh ideologi lain, lanjut dia, maka diperlukan upaya membumikan kembali nilai-nilai Pancasila pada generasi penerus harus terus dilakukan.

“Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tertanam kuat dan tidak lenyap ditelan zaman. Oleh karena itu perlu metode dan formula baru untuk membumikan nilai-nilai Pancasila agar generasi muda tertarik mendalami dan mengamalkannya,” ujarnya.

Lukman menyampaikan, kegiatan ini akan diselenggarakan secara simultan, karena nilai-nilai kebangsaan dan ke Indonesiaan menjadi tanggung jawab seluruh komponen rakyat Indonesia.

Dalam penyelenggaraan ini, DPC PA GMNI Bekasi akan membentuk Klinik Pancasila, seminar-seminar kebangsaan dan mengutus duta-duta revolusi mental untuk melakukan pendampingan langsung ke sektor-sektor generasi muda baik itu mahasiswa, remaja-remaja mesjid, maupun pelajar SMU di beberapa sekolah di Bekasi.

“Gerakan yang kami lakukan berupaya untuk menyasar kelompok muda di Bekasi, fenomena tentang krisis jati diri dan mental di kalangan generasi muda saat ini menjadi perhatian serius bagi Alumni GMNI. Gerakan Revolusi Mental yang digagas oleh Bung Karno adalah demi tumbuhnya generasi yang bermartabat dan berkepribadian Indonesia dan ini harus terus kita perjuangkan bersama,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*