Breaking News

Di Kantornya Muchtar Pakpahan, Ribka Tjiptaning Sebut Banyak Aktivis Buruh Mengelola Perusahaan Outsourcing

Di Kantornya Muchtar Pakpahan, Ribka Tjiptaning Sebut Banyak Aktivis Buruh Mengelola Perusahaan Outsourcing.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Ribka Tjiptaning mengungkapkan, banyak aktivis dan gerakan buruh yang memiliki perusahaan outsourcing.

 

Hal itu diungkapkan politisi PDIP itu dalam pidatonya saat menghadiri acara perayaan ulang tahun Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang ke 25 di Gedung Biru, jalan Tanah Tinggi II, nomor 25, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa 25 April 2017.

 

Menurutnya, kebanyakan organisasi buruh yang ada di Indonesia saat ini hanya menjadi tempat orang-orang mencari keuntungan. Dari sekian banyak organisasi buruh di Indonesia, dia memiliki data organisasi buruh yang mempunyai perusahaan outsourcing.

 

“Setelah saya amati, sekarang ini organisasi buruh yang besar-besar, banyak gerakan buruh, presiden-presiden buruh, ternyata dia mempunyai perusahaan outsourcing, sementara dia menolak outsourcing,” ucapnya dalam acara tersebut.

 

Tidak hanya itu, Ribka mengungkapkan, selain organisasi buruh, banyak anggota DPR juga yang mempunyai perusahaan outsourcing. Hal itu terjadi karena kebanyakan anggota DPR, khususnya di Komisi IX merupakan para pengusaha yang duduk untuk mewakili buruh.

 

Ia mengungkapkan, hal itu terjadi karena adanya money politics yang dilakukan oleh para pengusaha. Oleh karena itu pula, lanjut Ribka, banyak undang-undang perburuhan yang dibentuk di DPR tidak berpihak kepada buruh.

 

“Mayoritas di komisi IX teman-teman saya itu punya perusahaan outsourcing, Punya PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Seharusnya, di DPR itu harus mewakili komunitas yang ada. Bagai mana undang-undang buruh itu pro buruh kalau suara pengusaha yang ngomong di situ. Bagaimana tidak, pasti yang terpilih yang punya duit,” kata Ribka.

 

Ribka menjelaskan, sistem ekonomi Indonesia yang kurang baik menjadi penyebab utama tidak berjalannya gerakan buruh. Namun, ia berharap agar SBSI tetap konsisten untuk terus memperjuangkan hidup buruh.

 

“Kalau masih sistem ekonomi kita kapitalisme, memang agak tersendat-sendat gerakan buruh. Tetapi kita terus berjalan saja. Saya ingin SBSI beda dengan yang lain,” ucapnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*