Breaking News

Di Bogor, Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Jaksa Segera Sidangkan Pelaku

Lagi, Jaksa Tangkap Buronan, Kali Ini Terpidana Kasus Pajak Senilai Rp 20 Miliar.

Meningkatnya kekerasan terhadap anak disikapi oleh Jaksa dengan cepat. Di Bogor, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor (Kejari Bogor) segera menindaktegas pelaku kekerasan anak.

Seorang pelaku dengan inisial HB, sudah diterima berkasnya oleh Kejari Bogor. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, pihaknya akan menjerat pelaku dengan semaksimal mungkin.

“Kasus kekerasan terhadap anak segera disidangkan. Kejari Kabupaten Bogor telah menerima Tahap II berkas perkara atas nama tersangka  HAB Bin S alias HB Bin A Bin S,” tutur Mukri, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (04/02/2019).

Dia menuturkan, Tim Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) berkas perkara atas nama HB itu dari Tim Penyidik Dit. Reskrim Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat pada Senin (04/02/19).

HB diduga secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan dan atau merampas kemerdekaan orang lain dan atau kekerasan terhadap anak.

Berkas perkara Nomor: BP/206//XII/2018/Dit Reskrim Um Tanggal 24 Desember 2018 atas nama tersangka H.A.B Bin S Alias H.B Bin A Bin S, telah dinyatakan lengkap berkas perkaranya (P-21) oleh Penuntut Umum berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Perkara Pidana Sudah Lengkap (P-21) dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Nomor: B-376/0.2.33/Euh.1/02/2019 tanggal 01 Februari 2019.

Mukri menerangkan, perbuatan tersangka HB diduga melanggar Pasal berlapis yakni, Pasal 333 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan primair Pasal 170 Ke-2 KUHP, subsidair Pasal 170 Ke-1 KUHP, lebih subsidair Pasal 351 Ayat (2) KUHP, lebih-lebih subsidair Pasal 351 Ayat (1) KUHP dan Pasal 80 Ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dengan perbuatan tersangka HB, lanjutnya, penuntut umum yang menangani perkara tersebut melakukan penahanan terhadap tersangka Berdasarkan Surat Perintah Penahanan dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Nomor: Print-342/0.2.33/Ep.2/02/2019 tanggal 04 Februari 2019.

“Ditahan selama 20 Hari terhitung mulai tanggal 04 Februari 2019 sampai dengan tanggal 23 Februari 2019 di Rutan Kepolisian Daerah Jawa Barat,” ujarnya.

Mukri menambahkan, setelah selesai proses penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) tersangka HB dibawa ke Rutan Kepolisian Daerah Jawa Barat menggunakan Mobil Tahanan Kepolisian Daerah Jawa Barat guna untuk dilakukan penahanan.

“Setelah tahap II ini, penuntut umum akan menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan perkara tersebut ke pengadilan untuk disidangkan,” ujar Mukri.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*