Breaking News

Datangi MA, Mahasiswa Desak Aparat Hukum Hentikan Penyusup Faham Radikalisme

Datangi MA, Mahasiswa Desak Aparat Hukum Hentikan Penyusup Faham Radikalisme.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Himpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PMHI) mendatangi gedung Mahkamah Agung (MA).

Mereka menggelar aksi damai dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang ingin mengganti Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dengan ideologi lain, serta menghentikan tindakan-tindakan radikalis yang menyusup ke proses hukum Indonesia.

Ketua PMHI Andi MTP menegaskan, MA sebagai salah satu lembaga hukum harus menolak proses hukum yang dilakukan oleh ormas-ormas dan orang-orang yang anti Pancasila.

“Kami meminta MA untuk menolak proses banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara terkait pembubaran organisasi radikal HTI yang akan diajukan oleh pengacara HTI,” tutur Andi, saat menggelar aksi di depan Gedung MA, Jakarta, Jumat (13/07/2018).

Para mahasiswa juga meminta agar aparat  penegak hukum segera menyelidiki Jurubicara Hizbuttahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto, karena dianggap telah mirip belut mencoba menyusupi proses hukum dengan memasukkan ideologi yang lain ke dalam Indonesia.

Menurut Andi, sejumlah pernyataan dan pidato Ismail Yusanto sudah sangat terang benderang menyebut akan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain.

“Kami meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki Ismail Yusanto karena beberapa statement dan pernyataan-pernyataannya mencoba mengganti Pancasila dengan ideologi lain,” tuturnya.

Bagi PMHI, lanjut dia, lembaga atau ormas bahkan orang perseorangan, sudah mulai terang-terangan memasuki ranah hukum yang sah di Indonesia, untuk melakukan penyusupan dari dalam.

Oleh karena itu, lanjutnya, sebagai aparatur hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Andi, maka MA dan aparatur hukum yang sah, harus bertindak tegas terhadap para pengkhianat negara, yang mencoba mengganti Ideologi Pancasila sebagai dasar NKRI.

“Jangan biarkan orang seperti Ismail Yusanto mencoba merusak persatuan dan kesatuan bangsa ini,” tutur Andi.

Dia juga menyerukan, aparat penegak hukum menangkap setiap orang yang dengan sadar telah melakukan tindakan serius mengganti Pancasila dengan ideologi lain.

“Aparat penegak hukum harus menangkap siapapun oknum yang menyebarkan faham anti Pancasila,” ujarnya.

Para mahasiswa pun mengingatkan, seluruh elemen bangsa Indonesia, terutama aparat penegak hukumnya, harus berpegang teguh dan komitmen menegakkan hukum berdasarkan Pancasila.

“Menegaskan, bahwa Pancasila, hanya Pancasila satu-satunya ideologi bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Andi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*