Breaking News

Darurat, Pasien Faskes Kelas II Pengidap Tumor Ganas Ini Tak Dapat Ruangan Rawat Inap

Darurat, Pasien Faskes Kelas II Pengidap Tumor Ganas Ini Tak Dapat Ruangan Rawat Inap.

Seorang pasien fasilitas kesehatan kelas II yang merupakan pengidap tumor gaans ovarium dan asites masif  tidak mendapatkan ruang rawat inap di Rumah Sakit Al-Ikhsan Bandung, Jawa Barat.

 

Pasien bernama Alisa Yustina Sopianti dengan nomor kepesertaan BPJS Kesehatan 00206667731 itu pun berharap segera mendapat pertolongan agar bisa dilakukan perawatan yang memadai.

 

Sekretaris Jenderal Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (Sekjen SPRI) Dika Moehammad menyampaikan, Alisa yang memiliki NIK KTP: 3204396610770001 itu sudah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kebidanan, RSUP Hsan Sadikin, Bandung sejak pukul 07.30 WIB.

 

“Sejak Pukul 07.30 Wib ke poliklinik Kebinanan, Klinik Genekologi, Ketika mengunggu antrian Poliknik mengalami tidak sadarkan diri, dan di Bawa ke IGD Kebidanan,” tutur Dika Moehammad, Kamis (08/03/2018).

 

Dan sesuai petujuk dokter jaga IGD, kata dia, pasien harus dirawat di ruang rawat Inap, Alamanda Kelas II.

 

“Dan Doter IGD juga menyarankan supaya ada tindakan setelah dirawat Inap. Karena adanya penumpukan cairan yang sudah mendekati paru-paru,” ujarnya.

 

Meski rekomendasi mendesak itu sudah disampaikan dan pihak keluarga pasien sudah 3 kali menanyakan ruang rawat inap yang tersedia, namun tak kunjung ada.

 

“Tapi hanya dijanjikan Jam 13.30 WIB nanti kembali, dan sampai saat ini belum juga mendapatkan ruang rawat inap,” ujarnya.

 

Suami pasien Iman Santoso menyampaikan, saat ini pasien dalam kondisi nge-drop. Seluruh ruangan rawat inap penuh, pasien harus menunggu sampai besok untuk dapat dipindahkan ke ruang rawat inap.

 

“Kondisi kesehatannya makin mengalami penurunan. Dia harus segera mendapatkan ruang rawat inap secepatnya dan diberikan tindakan,” ujar Iman Santoso.

 

Dia pun berharap agar ada yang bersedia memberikan pertolongan dan bantuan bagi isterinya agar segera bisa dirawat dan diobati.

 

“Mohon bantu agar istri saya segera mendapatkan tindakan dan ruang rawat inap sebagaimana mestinya. Sudah sering pengguna BPJS Kesehatan kesulitan mendapatkan akses ruang rawat inap. Entah sampai kapan kasus-kasus seperti ini akan terus berulang. Kami berharap Dinas Kesehatan dan BPJS Jawa Barat segera membantu memberikan solusi terhadap kesulitan ini,” pungkas Iman Santoso.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*