Breaking News

Dari Kampungnya Presiden Jokowi, PKL Bersuara Keras Revolusi

Dari Kampungnya Presiden Jokowi, PKL Bersuara Keras.

Penderitaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama masa pemerintahan Presiden Jokowi tidak mendapat perhatian serius kembali disuarakan. Kali ini suara itu dikumandangkan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) dari Tanah Kelahiran Presiden Jokowi, Solo.

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun menyampaikan, dipilihnya Kawasan Wisata Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah, sebagai lokasi pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus dan Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Periode 2017-2022 Kabinet Revolusi Kaki Lima Indonesia, pada Selasa (16/05/2017), dikarenakan Solo adalah tempat kelahiran Presiden Jokowi, yang dikenal juga sebagai tempatnya para PKL menabuh harapan hingga putra daerahnya kini menjadi Presiden Republik Indonesia.

 

“Kenapa harus di Solo? Jokowi lahir, besar, menjadi Gubernur dan terpilih jadi Presiden RI berangkat dari lapak PKL. Oleh karena itu, sebagai pribadi, selaku Ketua Umum dan Warga Negara RI, saya ingin menyampaikan pesan kepada Jokowi untuk ingat kembali bahwa perjalanannya hingga jadi Presiden  berangkat dari lapak PKL di Solo Jawa Tengah,” ujar Ali Mahsud, dalam keterangan persnya, Kamis (18/05/2017).

 

Karena itu, lanjut dia, Jokowi harus melindungi PKL. Dia juga meminta dengan hormat Presiden RI secepat-cepatnya mengeluarkan Instruksi Presiden tentang pelaksanaan Perpres RI 125/2012, agar Bupati, Walikota dan Gubernur di seluruh Indonesia segera menerbitkan Perda Penataan dan Pemberdayaan PKL.

 

“Dan segera mencabut kebijakan deregulasi perlonggar ijin ritel modern yang sudah mematikan dan menjajah PKL dan ekonomi rakyat, juga memastikan Rp 110 triliun KUR 2017 tanpa agunan dapat di akses oleh 25 juta PKL se Indonesia,” ujar Ali Mahsun.

 

Menurut dia, jika Inpres itu telah ada nantinya, dan deregulasi perlonggar ijin ritel modern dicabut,  dengan penuh keyakinan, perekonomian rakyat dan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia akan bangkit.

 

“Namun sebaliknya, ekonomi bangsa kita akan dikuasai dan dijajah capital force asing dengan dalih perdagangan bebas dan ritel modern,” kata dia.

 

Dia mengingatkan, APKLI sendiri sedang berjuang agar dalam tempo secepat-cepatnya mampu mewujudkan lima pilar fasilitas Revolusi Kaki Lima Indonesia.  Kelima pilar itu adalah, fasilitas lahan usaha PKL bersertifikat milik sendiri, fasilitas keuangan permodalan dan pengembangan usaha PKL, fasilitas pergudangan barang dan jasa usaha PKL, fasilitas teknologi informasi dan komunikasi usaha PKL, dan fasilitas pendampingan usaha PKL di seluruh kawasan ekonomi strategis dan sentra ekonomi rakyat.

 

Ali mengungkapkan, kekuatan ekonomi 25 juta PKL se-Indonesia sangat besar. Sebanyak Rp 9750 triliun transakasi di lapak PKL per tahunnya terjadi.

 

Dalam acara pelantikan itu, Ketua Umum APKLI Ali Mahsun dan Ketua Harian, Ratu Ayu Ayla Dewi Anggraeni menaiki kereta kencana dan diarak jajaran Pengurus DPP APKLI, serta DPW dan DPD APKLI Se-Indonesia keliling Kota Surakarta,  dengan mengendarai 5 andong dan diiringi 99 becak berbendera APKLI. Rombongan disambut  tari serimpi menuju tempat pelantikan.

 

Acara pelantikan dihadiri DPW dan DPD APKLI Se Indonesia dimeriahkan dengan paduan suara GAS-21 IAIN SURAKARTA, Sanggar Senitari Solo, dan Group Orkes Dangdut Om.Zelinda.

 

Ali Mahsun terpilih sebagai Ketua Umum APKLI dalam Munas V APKLI 2017. Dalam prosesi pelantikan didampingi Ratu Ayu Ayla Dewi Anggraini sebagai Ketua Harian, Agus Yusuf Sekretaris Jenderal dan Vivi Susanti Sebagai Bendahara Umum beserta jajaran pengurus DPP APKLI 2017-2022.

 

Dalam rangkaian acara Pelantikan DPP APKLI 2017-2022 juga dilaksanakan penyerahan beasiswa Anak PKL – APKLI kepada putra putri anak  PKL yang berprestasi, siswa SD, SMP dan SMA. Juga disalurkan secara simbolis Kredit Tanpa Agunan (KTA) KUR Mikro Rp 25 juta kerjasama APKLI dengan Bank Artha Graha kepada 12 PKL dari Klaten dan 6 PKL dari Boyolali oleh Kepala Cabang Bank Artha Graha Surakarta dan Semarang, disaksikan langsung Direktur Kredit Bank Artha Graha, Indra Sintung Budianto.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP APKLI menganugerahkan APKLI Award 2017 Puncak Gunung Sriwijaya kepada Putra Putri PKL Jambi yang mengibarkan Pataka APKLI di Puncak Gunung Sriwijaya, Kerinci, Jambi tanggal 24 April 201,  sebagai wujud kobaran api semangat Revolusi Kaki Lima Indonesia. Pada kesempatan itu, juga dinugerahkan Penghargaan Duta Permodalan PKL Indonesia kepada Indra S Budianto, Duta PKL Parlemen Indonesia kepada Ridwan Hisjam, dan Duta PKL Dunia kepada Ratu Ayu Ayla Dewi Anggraeni.

 

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, M. Arif Sambodo mengatakan, pada prinsipnya jangan segan bicara dengan pemerintah kalau memiliki kesulitan.

 

Kendati begitu, dia mengingatkan, menjadi kewajiban PKL untuk mengikuti aturan agar tertib, tidak terkesan kumuh, dan tetap memperhatikan aspek etika dan estetika.

 

“Di Solo penataan PKL sudah rapi dan manusiawi. Jangan segan kalau ada masalah diselesaikan melalui rembugan. Dan salah satu kesulitan PKL adalah permodalan. Ini sangat bagus kalau APKLI sudah bermitra dengan bank,” kata Arif membacakan pesan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

 

Sedangkan sambutan dari Wali Kota Surakarta FK Hadi Rudyatmo, dibacakan oleh Subagyo yang merupakan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta.  Rudy  menyatakan, Pemkot sudah berupaya cukup banyak untuk kebaikan PKL.Seperti penataan PKL, revitalisasi pasar, bantuan kepada UMKM, pembinaan, dan lain-lain. Rudy berharap PKL Indonesia, khususnya Solo, dapat lebih maju, jaya, dan sejahtera.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*