Breaking News

Dalam Acara Dialog Pemilu, Wuidih…Habib Novel Kian Fasih Ngomongin Demokrasi dan Kebangsaan Indonesia

Dalam Acara Dialog Pemilu, Wuidih...Habib Novel Kian Fasih Ngomongin Demokrasi dan Kebangsaan Indonesia.

Tokoh Islam Garis Keras, Habib Novel Bamukmin setuju bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus menghindarkan perpecahan dalam kebangsaan dan kebhinnekaan.

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu dalam dialog kepemiluan yang digelar Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta, di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (24/08/2018).

Dalam dialog yang mengambil tema ‘Menjungjung Tinggi Komitmen Kebangsaan dan Kebhinnekaan, Dalam Rangka Mewujudkan Pemilu 2019 Yang Damai Dan Berkualitas’ itu, Habib Novel menyerukan, mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

“Indonesia merupakan Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, maka dari itu kita harus manfaatkan kekuatan ini untuk kemajuan Indonesia, bukan untuk saling memecah,” tutur Habib Novel Bamukmin.

Dalam dialog itu, selain Habib Novel hadir sebagai narasumber yakni Permadi Arya alias Abu Janda, Tokoh Islam yang sekaligus Advokat Eggy Sudjana, Politisi Ruhut Poltak Sitompul dan pengamat politik pro Jokowi Bonni Hargens. Dialog dipandu oleh Frisca Clarissa dari News Anchor Kompas TV.

Di tempat yang sama, Abu Janda menegaskan, Pancasila adalah dasar negara Indonesia, yang merupakan pemersatu seluruh elemen bangsa yang berbeda-beda.

“Pancasila merupakan produk dari bentuk toleransi yang sesungguhnya. Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Maka di momen Pemilu 2019, marilah kita bersama menjaga persatuan tersebut, tak peduli apapun warnanya, yang pasti ideologinya tetap Pancasila,” ujar Permadi Arya alias Abu Janda.

Peserta diskusi ini terdiri dari berbagai elemen aktivis mahasiswa, organisasi kepemudaan dan unsur masyarakat umum.

Eggy Sujana berpendapat, Pemilu mendatang harus menjadi wujud nyata aktualiasi komitmen kebangsaan Indonesia.

“Komitmen kebangsaan bukan sekedar perkataan atau pernyataan yang dimasukkan ke dalam media belaka, namun komitmen ini harus ditunjukkan dengan kerja nyata bagi Indonesia. Pemilu adalah langkah nyata untuk menunjukkan komitmen itu,” ujar Eggy Sudjana.

Politisi Ruhut Sitompul mengajak semua elemen bangsa Indonesia berpartisipasi dalam Pemilu 2019 secara riang gembira, bersahabat dan pernuh persaudaraan.

“Pemilu 2019 adalah pestanya seluruh Rakyat Indonesia, maka kita semua haruslah berpesta bersama-sama dengan hati yang gembira,” ujar eks politisi Partai Demokrat itu.

Sementara, Pengamat Politik Bonni Hargens yang merupakan Relawan Jokowi mengingatkan, fanatisme sempit keagamaan mestinya dieliminir, apalagi jika menimbulkan perpecahan di Indonesia.

“Kita mampu untuk menjadi negara maju, jika fanatisme terhadap agama tertentu tidak berlebihan,” ujar Bonni.

Ketua GMKI Cabang Jakarta Agung Tamtam Sanjaya Butar-Butar juga mengajak mahasiswa dan kaum muda berpartisipasi dalam Pemilu 2019 dengan hati yang sejuk dan demi kemajuan Indonesia bersama-sama.

“Kita menginginkan Pemilu 2019 menjadi Pemilu yang damai, sejuk, tentram dan mampu mendidik Rakyat, dan bukan saling menghardik,” ujar Tamtam.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*