Breaking News

Cerita Sintong Panjaitan Tentang Tragedi 1965 di Yogya

Pada tahun 1964 Sintong Panjaitan  pernah ditugaskan di Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). Saat tragedi 1965 terjadi, dia ditempatkan di Pati dan menjadi salah satu komandan.

Kemudian,  Tragedi 1965 melahirkan sejumlah saksi peristiwa di tahun itu. Salah satu saksi pada kejadian silam itu adalah Letjen (Purn) Sintong Panjaitan.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Sintong Hamonangan Panjaitan bercerita seputar Tim Pencari Fakta yang dibentuk oleh Presiden Sukarno. Tim tersebut diminta melaporkan berapa jumlah buronan yang terkait pemberontakan Gerakan 30 September (G30S).

“Jadi Tim Pencari Fakta yang dipimpin Pak Dr Sumarno menyatakan 80 ribu. Habis itu Bung Karno nanya ke yang lain dan dijawab kira-kira 500 ribu lah itu. Itulah laporan awal yang menyebutkan jumlah 500 ribu,” kata Sintong pada acara simposium di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016).

“Tidak mungkin jumlah korban tragedi 1965 itu mencapai 500.000 orang,” lanjut Purnawirawan TNI lulusan Akademi Militer Nasional (kini Akademi Militer) tahun 1963.

Sintong yang pernah menjabat sebagai Penasihat Militer Presiden BJ Habibie itu mengakui, memang benar ada simpatisan komunis yang ditangkap, diinterogasi, dan dieksekusi. Tetapi jumlahnya, tidak mencapai ribuan orang.

“Sehingga sekarang pertanyaan saya, saudara-saudara banyak dari Jogja itu tahun ’65’ ada di Jogja. Apakah masuk akal kalau katakanlah 1.000 saja mati tidak ketahuan, tunjukan ke saya siapa saja yang mati itu apa sampai 100 ribu?” ujar Sintong.

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, yang juga turut hadir dalam acara itu kemudian menyebut pengakuan Sintong sebagai masukan pemerintah. Hasil dari simposium ini, lanjut dia, nantinya akan dijadikan masukan bagi pemerintah untuk merekonsiliasi kasus pelanggaran HAM masa lalu.

“Jenderal Sintong merupakan saksi mata. Yang juga bagian dari Tim telah menjelaskan bahwa angka jumlah korban terbunuh dalam era komunis yang selama ini kita pahami,” ujar Luhut.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*