Breaking News

Buruh Juga Menggugat Agar Undang Undang Tax Amnesty Segera Dibatalkan

Buruh juga menggugat Undang Undang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan, paling lambat Jumat lusa, buruh akan melakukan gugatan Undang-Undang Tax Amnesty (Pengampunan Pajak) dan melakukan Judicial Review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Said Iqbal menilai, UU Tax Amnesty melanggar UUD 1945, yaitu pasal 27, setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum.

“Kita nggak boleh ngemplang, mereka bisa ngemplang. Udah ngemplang dikasih karpet merah. Kalau kita bersamaan di dalam hukum kita boleh juga dong tidak membayar pajak,” pungkas Said di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (13/07/2016).

Yang kedua, lanjut Iqbal, buruh akan melakukan Judicial Review karena UU Tax Amnesty itu telah menciderai rasa keadilan. Disebabkan adanya perlakuan yang berbeda antara orang kaya dan orang tidak kaya.

“Itu berbahaya, hukum telah digadaikan demi pertumbuhan ekonomi. Karena hukum telah dibarter dengan ekonomi itu berbahaya,” ujarnya.

Menurut Iqbal, yang harus dilakukan pemerintah dalam persoalan pajak adalah memperbaiki base on data. Dalam hal ini pemerintah bisa tahu siapa saja orang yang membayar pajak dan tidak bayar pajak.

“Ada jaminan nggak tax amnesty itu, dana yang masuk itu kemudian akan di cover sebagai base on data. Base on datanya yang harus diperbaiki,” lanjut Iqbal.

Selain itu, kata dia, pada umumnya semua negara yang menjalankan tax amnesty gagal. “Kalau dicontohi Italia dan India, berapa sih yang masuk, India itu berulang-ulang tax amnestynya. Kalau saya nggak salah sepuluh kali, itu kan artinya gagal,” ungkapnya.

Meski begitu, dia juga mengungkapkan bahwa pada tahun enam puluhan, di era Orde Lama, Indonesia juga pernah mengalami kegagalan dalam menerapkan Undang-undang Tax Amnesty.

“Masa kita ingin mengulangi kembali, jadi tidak ada alasan sesungguhnya untuk menerapkan tax amnesty,” kata dia.

Buruh, lanjut Iqbal, tersinggung dengan cara-cara seperti itu. Said menyatakan penolkanannya secara keras terhadap UU Tax Amnesty itu. “Walaupun katanya ini undang undang tax amnesty udah mulai bagus. Di IHSG udah lima ribuan kemudian rupiah udah tiga belas ribu seratus,” jelas dia.

Said Iqbal mempertanyakan kebaikan yang disebarkan oleh DPR dan Pemerintah itu, yang tujuannya hanya untuk mengelabui masyarakat Indonesia.

“Apakah itu benar karena UU Tax Amnesty? Karena uang yang masuk saja belum ada. Kok tiba-tiba bisa jadi bagus? Ini kan polesan aja,” kata Iqbal.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*