Breaking News

Buruh KSBSI Dukung Jokowi di Pilres 2019

Buruh KSBSI Dukung Jokowi di Pilres 2019.

Buruh yang bernaung di Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mendukung upaya Indonesia mengambilalih PT Free Port Indonesia. Bagi KSBSI, Presiden Jokowi pun telah mencoba melakukan upaya pengambilalihan melalui saham mayoritas bagi Indonesia.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir Khamid mengaku memiliki visi misi yang sama dengan Jokowi dalam rencana nasionalisasi PT Free Port Indonesia.

“Kita dukung Presiden Jokowi bersama-sama untuk mengambilalih PT Freeport,” ujar Mudhofir, saat memberi keterangan pers, di sekretariat KSBSI, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Selasa (07/08/2018).

Oleh karena itulah, dilanjutkan dia, KSBSI pun mendukung mantan Walikota Solo itu untuk maju sebagai Calon Presiden 2019.

Diterangkan Mudhofir, alasan resmi mendukung Jokowi maju Capres untuk kedua kalinya, karena Jokowi berhasil membawa perubahan selama empat tahun memimpin Indonesia. Seperti membangun terobosan proyek infrastruktur jalan yang merata di kawasan daerah tertinggal Indonesia Timur, seperti di Kalimantan dan Papua.

“KSBSI juga menilai Jokowi berhasil menciptakan perekonomian dan keamanan Indonesia yang cukup stabil. Sehingga iklim investasi setiap tahunnya semakin meningkat. Termasuk juga, baru-baru ini berhasil menguasai saham PT Freeport di Papua dan Blok Rokan langsung dikelola pemerintah,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, berdasarkan hasil kesepakatan Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSBSI dan 10 Federasi Serikat Buruh (FSB) di bawah payung KSBSI, mendukung Jokowi maju di Pilpres 2019.

“Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dan aspirasi keluarga besar KSBSI,” ungkap Mudhofir.

Menyikapi tantangan dunia tenaga kerja, Mudhofir juga menilai kepemimpinan Jokowi sudah bekerja keras untuk mencari solusi dalam menciptakan lapangan kerja.

Salah satunya, menghadapi revolusi indutrialisasi 4.0. Menurut dia, Jokowi langsung bergerak cepat memerintahkan beberapa kementerian yang dipimpinnya membuat program pelatihan (vokasi) yang berbasiskan teknologi digitalisasi.

“Target pemerintah sekarang dalam menciptakan lapangan kerja sebanyak 2 juta angkatan muda kerja tiap tahunnya,” ucap Mudhofir, yang juga Wakil Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJo).

Untuk lapangan kerja di wilayah pedesaan, Jokowi juiga sudah membuat terobosan menciptakan lapangan kerja dalam program padat karya. Dimana, tujuan program padat karya itu juga melibatkan beberapa lembaga kementerian dan program Anggaran Dana Desa (ADD).

Meski begitu, Mudhofir tidak menutup mata bahwa masih terjadi persoalan pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi buruh di perusahaan-perusahaan saat ini.

Akan tetapi, faktor revolusi industri 4.0. juga menjadi salah satu penyebab pengangguran dan PHK tersebut.

Bayangkan saja, dilanjutkan Mudhofir, kecanggihan teknologi digitalisasi, robotisasi dan otomatisasi menggusur teknologi manual yang berakibat pengurangan tenaga kerja.

“Ditambah lagi, krisis perekonomian global yang belum pulih berdampak pada perusahaan di Indonesia,” ujarnya.

Kondisi itu, lanjut dia, menjadi persoalan yang harus diselesaikan Pemerintahan Jokowi ke depan.

Terkait dukungan kepada Jokowi pada Pilres 2019, Mudhofir telah mempersiapkan jajarannya untuk menyediakan perangkat organisasi hingga tingkat daerah, sehingga mampu menggerakan roda-roda pemenangan di 2019.

Agenda konsolidasi internal pengurus dan anggota KSBSI dari tingkat pusat dan daerah, lanjut dia, sudah berjalan. Bahkan, menurut Mudhofir, pengurus KSBSI wilayah Jawa Timur sudah mendeklarasikan Jokowi Capres 2019. Selanjutnya, deklarasi itu akan menyusul pengurus wilayah dan cabang dari berbagai daerah lainnya.

“Rencana KSBSI untuk mendeklarasikan Jokowi Capres 2019 di tingkat nasional. Ya sekarang lagi tinggal menunggu waktu yang tepat. Kami sedang konsolidasi ke bawah dan menyusun poin-poin rekomendasi suara buruh untuk kampanye Presiden Jokowi di Pilpres 2019 nanti,” tandasnya.

Terkait keputusan politik siapa calon wakil presiden (Cawapres) Jokowi, Mudhofir mengatakan diserahkan pada kebijakan Jokowi dan partai koalisi pendukungnya. Dia menilai, tokoh dari akademisi, birokrasi dan pimpinan partai serta Tokoh Agama atau Ulama yang sedang digadang-gadang menjadi Cawapres Jokowi sudah layak semua.

“Sebagai pendukung, kami serahkan semuanya itu pada kebijakan Jokowi dan partai pendukungnya. Saya yakin, cawapres yang mendampingi beliau nanti memang pilihan rakyat. Peran KSBSI, ikut gotong royong memenangkan Jokowi di Pilpres 2019 nanti,” tutupnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*