Breaking News

Buruh Gelar Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Kedubes Amerika

Buruh Gelar Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Kedubes Amerika.

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi solidaritas untuk Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Selain KSPI, aksi juga melibatkan serikat pekerja lain seperti Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI), Federasi Sektor Umum Indonesia (FSUI), dan elemen buruh lainnya.

Anggota Majelis Nasional KSPI Riden Hatam Aziz mengatakan, aksi solidaritas ini dilakukan untuk mendukung Kemerdekaan bangsa Palestina.

“Aksi solidaritas untuk Palestina ini dimulai dari Patung Kuda dan kemudian longmarch ke Kedubes Amerika Serikat,” ujar Riden Hatam Aziz, dalam siaran persnya, Selasa (17/04/2018).

Riden yang juga Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ini melanjutkan, aksi yang dilakukan adalah respon terhadap situasi yang terjadi di Palestina.

“Saat ini sedang terjadi penindasan yang sudah melampaui batas kemanusiaan terhadap warga Negara Palestina. Warga Palestin yang sedang melakukan aksi damai menuntut dikembalikannya tanah air mereka ditembaki dan puluhan lainnya tewas,” ujar Riden.

Gerakan buruh, menurut Riden, harus ikut bersuara terhadap penjajahan terhadap rakyat Palestina.

“Ini sejalan dengan dengan amanah konstitusi, bahwa penjahahan di atas muka bumi harus dihapuskan,” ujarnya.

Presiden KSPI Said Iqbal mengingatkan, kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk bangsa Palestina.

“Oleh karena itu, kaum buruh akan berdiri di garda depan untuk merawat perdamaian dan kemanusiaan,” tutur Said Iqbal yang juga sebagai Governing Body ILO itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC) Sharan Burrow mengatakan, pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah tindakan yang memecah-belah dan sembrono.

“Sikap ini merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina,” ujarnya.

Pengumuman Presiden Trump, lanjut dia, yang secara sepihak mendefinisikan status tersebut, bukan hanya penghinaan terhadap orang-orang Palestina, terutama mereka yang tinggal di Yerusalem, tetapi kian membuat rumit pembentukan solusi dua negara.

“Sulit menemukan solusi berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan sesuai dengan Resolusi 242 Dewan Keamanan PBB 242 dan 338,” ujar Sharan Burrow.

ITUC beranggotakan 181 juta pekerja di 163 negara dan wilayah yang memiliki 340 afiliasi nasional, dimana salah satunya adalah KSPI.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*