Breaking News

Buruh Dipecat, Hak Tak Diberikan, PT Pelindo I Cabang Dumai dan Perusahaan Outsorucing PT Aman Arwita Maritim Diseret ke Proses Hukum

Buruh Dipecat, Hak Tak Diberikan, PT Pelindo I Cabang Dumai dan Perusahaan Outsorucing PT Aman Arwita Maritim Diseret ke Proses Hukum.

Manajemen PT Aman Arwita Maritim di Kota Dumai, Riau yang menjadi perusahaan outsourcing ke PT Pelindo I Cabang Dumai, telah dengan semena-mena melakukan pemecatan terhadap buruh. Selain itu, hak buruh tidak dipenuhi, karena itu perusahaan ini pun diseret ke proses hukum. Kedua perusahaan ini pun harus bertanggung jawab terhadap tuntutan dan kondisi buruh di Pelindo I Cabang Dumai itu.

 

Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) Kota Dumai, Riau, melayangkan somasi kepada PT Aman Arwita Maritim (AAM). Surat somasi tersebut dilayangkan untuk meminta pertanggung jawaban atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pelindo I Cabang Kota Dumai, Riau, terhadap seorang karyawannya.

 

Ketua Harian DPC SBSI Kota Dumai, Riau, Tengku Sayyed Hasrian  mengatakan, surat somasi yang mereka layang pada Selasa 16 Mei 2017  diterima oleh perwakilan PT AAM di PT Pelindo I Cabang Kota Dumai.

 

Surat somasi tersebut diberikan untuk meminta pertanggung jawaban dari perusahaan outsorsing, PT AAM atas PHK sepihak yang dilakukan oleh PT Pelindo I Cabang kota Dumai. Namun surat somasi yang mereka layangkan ke PT AMM ditolak oleh Perwakilan perusahaan.

 

“Kami layangkan surat Somasi dengan nomor 03/DPC-SBSI/Dum/Somasi/2017 hal SOMASI tertanggal 16 Mei 2017 dan di Tolak langsung oleh PT Aman Arwita Maritim di kota Dumai,” kata Tengku saat di konfirmasi, Selasa (16/05/2017).

 

Tidak terima dengan penolakan tersebut, Tengku langsung menghubungi kantor pusat PT AAM dan berbicara langsung dengan pimpinan perusahaan, Darmadi. Namun, pimpinan PT AAM kembali menolak somasi tersebut.

 

Menurut Tengku, pihak PT AAM merasa tidak mempunyai tanggung jawab atas kasus PHK tersebut dan meminta mereka untuk mengirimkan surat somasinya ke PT Pelindo I Cabang Kota Dumai.

 

“Setelah itu, saya langsung hubungi via telpon terkait surat somasi kita ke PT Aman selaku sub kontraktor​ OSC PT Pelindo di tolak dan PT AAM malah menyuruh kita mensomasi PT Pelindo I Cabang Dumai,” lanjut Tengku.

 

Tengku menambahkan, karyawan yang di PHK tersebut sudah bekerja belasan tahun. Namun, selama karyawan tersebut bekerja di PT Pelindo I Cabang Kota Dumai, pihak perusahaan tidak memberikan hak-haknya​ hingga di PHK.

 

Menurutnya, PT AAM yang menjadi penyedia tenaga kerja kepada PT Pelindo I Cabang Kota Dumai seharusnya mempertanggung jawabkan apa yang menjadi hak karyawan tersebut.

 

“PT AAM inikan Menyediakan tenaga kerja dan mereka juga harus betanggung jawab akan hak-haknya para si pekerja. Seperti gaji, upah lembur, PHK dan hak-hak normatif lainnya,” ucap Tengku.

 

Sementara itu, lanjut dia, somasi dan proses hukum terhadap perusahaan pelat merah PT Pelindo I Cabang Dumai juga akan disomasi. Tengku memastikan, pihaknya sudah menyusun somasi.

 

“Dalam satu dua hari ini akan kami layangkan ke PT Pelindo I Cabang Dumai,” ujar Tengku.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*